Milenial Nunukan, Ananda Akbar: Secret Coffee Wadah Komunitas Silaturahmi Berbagi Ide

Founder Secret Coffee Tarakan Ananda Akbar (tengah duduk) bersama empat kru. (arung)

“Kafe tak sekadar bisnis. Di dalamnya ada hobi, wadah edukasi, dan tempat silaturahmi berbagi ide pengalaman.”
Founder Secret Coffee Tarakan Ananda Akbar

TARAKAN, NEWSURBAN.ID – Ananda Akbar, pendiri Secret Coffee adalah milenial kelahiran 1 Juli 1999 di Tanjung Karang, Kecamatam Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Nanda sapaan akrabnya. Ia adalah anak ke dua dari empat orang bersaudara.  Terlahir dari darah Bugis, ayahnya H Senong, salah satu pebisnis yang sudah malang-melintang di Kabupaten Nunukan. Sedangkan ibunya Haji Hadra Hamid mantan Anggota DPRD Nunukan 2 periode.

Nanda salah satu sosok anak muda asal Nunukan yang berani berwirausaha menciptakan peluang baru dengan segala konsekuensi bisnis. Baginya jatuh bangun wirausaha hal yang biasa saja, karena ada pembelajaran hikmah di dalamnya.

Baca:

Ia adalah pendiri Secret Coffee. Kafe itu awalnya dibuat di tempat perkumpulan yang berada di Jalan Pesantren Imam Bonjol, Nunukan. Tempat itu adalah rumah pribadi.

“Karena kami sering jadikan tempat ngumpul, tempat untuk saling curhat dan untuk menambah wawasan serta memperbanyak teman, lalu timbul inisiatif saya untuk membuka Warung Kopi,” tuturnya.

Ia  awalnya ingin buka di Nunukan, tapi melihat peluang bisnis apalagi teman-temannya dari Nunukan banyak yang kuliah di Kota Tarakan, sehingga ia beranikan diri untuk hijrah ke Tarakan.

Secret Coffee Resmi berdiri tahun 2019  di Bulan Desember. “Tepatnya kami buka pada tanggal 19 Desember tahun 2019, jumlah karyawan 4 orang, Yakni Dije, Dani, Duta, dan Musliadi yang semuanya berasal dari Nunukan.

Secret Coffee berlokasi  di Jalan Bom Panjang Markoni, Samping Depot Milo, Kota Tarakan.  “Tujuan saya membuka usaha Warkop yang utama itu untuk mendapatkan penghasilan lewat jejaring teman-teman. Kedua, tujuannya memberdayakan teman-teman yang dari Nunukan untuk bersikap mandiri,” tuturnya.

Mengenai  keuntungan, Nanda mengaku tidak menentu. “Kami baru jalan 2 bulan. Jadi bulan pertama itu pendapatan bersih kami sekitar 8 juta, bulan kedua 12 juta. Alhamdulillah kami bersyukur, kehadiran dan konsep kami bisa diterima anak muda di Tarakan,” bebernya.

Menunya apa saja? Nanda menjelaskan, menu berbaham kopi adalah Robusta Gresik yang dipasok dari Jawa Timur. Tak hanya kopi. Ada juga minuman kekinian; green tea, milo,  es joshua, cappucino.

Untuk menu camilan, ada kentang goreng telur, sosis goreng, dan nasi goreng.

Untuk  minuman khas, ada Kopi Joss Susu dan Kopi Joss Hitam.

Seperti apa Kopi Joss? Nanda menjelaskan, bahannya sederhana yaitu arang, susu, dan kopi gresik. “Jangan takut untuk minum Kopi Joss, karena ini baik dan bermanfaat untuk kesehatan.Arangnya kami pasok dari Malang, Jawa Timur, memang khusus buat kopi, jadi bukan arang buat bakar ikan yah,” katanya tersenyum.

Soal harga? Nanda bilang kisarannya Rp8.000 ribu hingga Rp15.000 ribu. “Jadi jangan khawatir, kantong pengunjung nggak akan jebol, kami mengusung konsep sederhana jadi terbuka untuk semuanya dan siapapun silahkan datang,” katanya.

Fasilitas yang disediakan di Secret Coffee, ada  live musik akustik. Juga ada wadah tempat berdiskusi anak-anak kuliahan yang  materinya diisi oleh dosennya. Juga kadang ada pengunjung terkadang mengadakan kegiatan seperti event Mobile Legend dan Pubg.

Suasana santai milenial pengunjung Secret Coffee Tarakan beberapa waktu lalu. (arung)

“Semoga Secret Coffee bisa selalu bermanfaat untuk orang banyak, wadah yang bukan sekadar untuk bisnis semata namun bisa mencairkan peradaban pengetahuan baru karena tidak selamanya kafe itu hanya untuk berkumpul bersenang-senang tanpa ada faidahnya,” pungkasnya. (arung/*)

Leave a Reply