PT. NJL Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Perbatasan, Ini Kesan Para Karyawan

Pabrik sawit PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) di Desa Tabur Lestari, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (istimewa)

Dari hutan belantara, PT Nunukan Jaya Lestari pasca takeover membangun daerah ini menjadi kawasan ini yang punya nilai. Kesan itu dirasakan kurang lebih 1.200 karyawan perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Laporan: Febrianus Felis
NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – PT. Nunukan Jaya Lestari (NJL) merupakan sebuah perusahaan pekerbunan di Kabupaten Nunukan Kecamatan Seimanggaris Desa Tabur Lestari. PT. NJL mendapatkan izin usaha perkebunan pada 2003 seluas kurang lebih 19.000 hektare dan baru sekitar 6.000an hektare yang telah ditanami kelapa sawit.

Dengan penggarapan lajan kurang dari setengah lahan konsesi saja, PT NJL mampu menampung karyawan kebun kurang lebih 1.200 orang. Mereka terdiri dari 930 kepala keluarga.

Tidak bisa dipungkiri, perusahaan ini berdiri saat terjadinya deportasi besar-besaran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Sabah Malaysia pada Tahun 2001-2002. Sehingga sebagian besar masyarakat yang bekerja di perusahaan ini adalah eks TKI dari Malaysia. Dan saat ini sudah berstatus sebagai penduduk Kabupaten Nunukan.

Sejak berdirinya, perusahaan ini pada tahun 2003 hingga tahun 2006, masih berstatus Penanam Modal Dalam Negeri, yang kemudian berubah status menjadi Penanam Modal Asing pada tahun 2006 karena sang pemilik (Dato Petta Sampa) mengalami kemerosotan ekonomi.

Baca:

Sehingga melakukan take over pada Fima Grup (Perusahaan Asal Malaysia) diungkapkan salah saeorang pekerja yang sudah mengabdikan diri sebagai buruh kebun sejak perkebunan ini berdiri hingga saat ini.

“Kesejahteraan yang kami nikmati saat ini, punya suka duka tersendiri. Karena sebelum perusahaan ini di ambil alih oleh investor dari Malaysia kami sempat mengalami keterlambatan pembayaran upah pada masa-masa krisis perusahaan tahun 2006,” tutur Sang Karyawan.

Namun, setelah PT. NJL dikelolah oleh management baru, maka semua keterlambatan upah sekitar tujuh sampai delapan bulan yang tertunda tersebut dilunasi oleh perusahaan.

“Hingga setelah pembayaran gaji tersebut banyak teman-teman buruh yang pulang kampung dan membeli tanah, mereka semua bersyukur akhirnya management baru dalam hal ini Fima Grup pada saat itu mau membayar semua gaji pekerja yang sempat nunggak sekitar 7 hingga 8 bulan,” urainya.

Dia pun membandingkan kedua investor atas perusahaan sawit itu. “Bisa dibayangkan, sebelum diambil alih oleh Fima Grup, 7 hingga 8 bulan kami tidak bergaji, saat itu di sini masih hutan dan akses transportasi untuk keluar sangat sulit, sehingga kami harus siap dengan konsekuensi yang begitu berat. Sehari-hari kami makan seadanya, ubi dan pisang jadi makanan pokok sehari-hari Kami, situasi itu sangat menyedihkan bagi kami,” kenangnya.

Dia bersama pekerja lainnya, bekerja di perusahaan ini sudah delapan belas tahun. Sebagai buruh kebun tentunya sangat menaruh harapan agar bisa menyelesaiakan pekerjaan di perusahaan ini sampai usia pensiun. “Nilai pesangon tentu sangat membantu untuk modal masa tua kami untuk kesejahteraan anak anak kami nantinya,” ujar Saleh.

Radi Ketua Serikat Pekerja di PT Nunukan Jaya Lestari mengatakan, jika berbicara kesejahteraan pekerja, maka sebagai perusahaan yang letakanya diberanda depan NKRI ini.

“Harusnya PT Nunukan Jaya Lestari mendapatkan jaminan keamanan investasi di wilayah perbatasan karena sangat membantu pemerintah dalam hal penyediaan lapangan kerja. Kehadiran perusahaan ini mampu meningkatkan perekonomian di daerah Kabupaten Nunukan khususnya di Kecamatan Seimanggaris,” terang Radi.

Menurutnya, kehadiran perusahaan PT. Nunukan Jaya Lestari memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Nunukan bahkan di Kalimantan Utara.

“Kesejahteraan yang kami maksud dapat kita lihat dari komitmen perusahaan mensejahterakan pekerjanya,” katanya.

INI YANG DIBANGUN PERUSAHAAN:

  1. Membangun 799 unit hunian atau rumah yang merupakan tempat bernaungnya kurang lebih sekitar 900 Kepala Keluarga.
  2. Pembangunan Sekolah berupa Paud/pendidikan anak usia dini, Taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar, serta Sekolah Menengah Pertama dalam lingkungan perusahaan PT. Nunukan Jaya Lestari, sebagai tempat menimbah ilmu bagi sekitar 800 orang anak-anak buruh dan masyarakat sekitar perusahaan.
  3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembelian tandan buah segar oleh sekitar 70 kelompok tani binaan perusahaan.
  4. Partisipasi perusahaan dalam hal pemberian tunjangan tambahan bagi guru-guru honorer didalam lingkungan perusahaan.
  5. Partisipasi perusahaan sebagai tempat praktek kerja industri (Prakerin) bagi siswa dan siswi SMK Se-Kabupaten Nunukan.
  6. Partisipasi perusahaan dalam program kesehatan oleh pusat kesehatan masyarakat melalui bantuan dana dan transportasi.
  7. Selain itu perusahaan juga membangun sarana ibadah, pelayanan kesehatan, sarana olah raga di lingkungan perusahaan.
  8. Perusahaan juga memberi Beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi, bahkan hingga keperguruan tinggi S1 bahkan S2.
  9. Partisipasi Perusahaan dalam membantu pembangunan sekolah eks Kebakaran di Desa Srinanti.
  10. Dan masih banyak lagi partisipasi perusahaan khususnya dalam bentuk Cocial Respons Sibility (CSR). (*)

One thought on “PT. NJL Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Perbatasan, Ini Kesan Para Karyawan

  1. Pingback: PT NJL Semprot Disinfektan Rumah Warga dan Area Publik | Newsurban

Leave a Reply