Warga Mansapa Laporkan Pencurian Kayu ke Polres Nunukan

Potongan kayu yang ditebang pembalak liar di kebun salah satu warga Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (ama)

Pemilik kebun Vian Parera mendatangi Polres Nunukan, Selasa 23 Maret. Ia melaporkan penebangan dan pencurian kayu di kebun miliknya.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Vian Parera, seorang warga Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan melaporkan ke Satreskrim Polres Nunukan pencurian Kayu Bengkirai di kebun miliknya.

Vian Parera mengatakan, sekelompok pencuri menggasak sekitar 20 kibuk kayu bengkirai di kebun miliknya.

Menurut Vian, Keberatan dengan sikap dan tingkalaku para penebang liar di Sungai Jepun. Mereka tak hanya melakukan pembalakan liar, juga menebang pohon di kebun miliknya. Karena itu dia melaporkan ke Polres Nunukan Senin, 23 Maret 2020.

Sambil menunggu pangilan penangkapan Vian Parera menyatakan hal seperti ini tidak bisa kita biarkan. “Mereka sudah sering melakukan tindakan seperti ini dan kali ini harus diberi pelajaran,” katanya.

Dia mengatakan, akibat aksi pencurian kayu dikebunnya, ia harus membersihkan kebun sekitar 10 hektare.

Vian juga mengaku telah menghitung pohon kayu yang sudah tumbang. “mereka menebang sekitar 20 pohon. Diperkirakan 10 meter kibuk sudah dijual dan sisanya kami tahan, jelas Vian.

Dia pun mengatakan, telah menyelidiki dari saksi yang ikut bersekongkol dengan para tersangka penebang liar ini. “Saksi pemikul kayu keluar dari kebun memberikan keterangan siapa sebenarnya dalang dari semua perbuatan ini,” ujarnya.

Dengan data yang cukup lengkap Vian lngsung masukan laporang pencurian kayu ke Satreskrim Polres Nunukan.

“Saya rasa mereka harus dipenjarakan sebagai efek jera. Masalah ganti rugi nanti kita bicarakan di kantor polisi,” kata Vian. (ama/*)

Leave a Reply