OPINI: Kebijakan Pemkab Nunukan Efektif Cegah COVID-19 di Perbatasan RI-Malaysia

Muhammad Fajri

COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) atau yang sering disebut Virus Corona, Covid-19 atau Virus Corona pertama kali ditemukan pada manusia di daerah Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada akhir bulan Desember tahun 2019.
OLEH: MUHAMMAD FAJRI

Virus ini adalah jenis baru dari coronavirus yang dapat menyerang manusia, virus corona juga dapat menyebabkan gangguan sistem pernafasan secara ringan seperti flu, tetapi bisa juga menyebabkan infeksi pernafasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus ini sangat berbahaya dikarenakan virus ini dapat menular dengan cepat secara luas, dan virus ini sudah masuk dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tercatat pada hari rabu tanggal 23 maret 2020, di Indonesia sudah bertambah menjadi 579 orang yang positif terinfeksi Virus Corona, korban yang meninggal juga meningkat menjadi 49 orang, dengan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien.

Faktor masuknya virus ini di Indonesia disebabkan ada salah satu WNI yang terkena virus corona saat berdansa dengan Warga Negara Jepang yang berada di Depok.

Ada berbagai cara untuk menularnya virus corona ini, contohnya seseorang tidak sengaja menghirup percikan air liur dari bersin atau batuk penderita Covid-19, kontak jarak dekat dengan penderita Covid-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Dengan melihat penularan yang semakin luas ini pemerintah dan kementrian kesehatan bekerja sama untuk menghimbau pada masyarakat untuk safety health dengan cara selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan hand senitizer dan tidak bersentuhan langsung dengan orang lain.

Virus Corona menjadi ancaman serius bagi China, termasuk di negara-negara lainnya, contohnya negara Malaysia yang memiliki sebagian besar penduduknya adalah warga negara China, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, telah mendeteksi masuknya virus corona ke negeri Jiran, dan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) telah menginformasikan sebanyak 21 orang yang sudah dinyatakan positif dan ODP-PDP 153 per 22 Maret 2020 (sumber: 8hannels sabah malaysia).

Dengan jumlah 21 pasien yang positif Covid-19 serta 153 orang yang masuk didalam kategori ODP dan PDP di Sabah, Malaysia, tentu hal ini bisa saja sangat berdampak pada Kabupaten Nunukan dan Indonesia jika Bupati Nunukan tidak cepat mengambil langkah-langkah strategis untuk penanganan Covid-19.

Sedangkan data Covid-19 di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, belum ada positif Covid-19. Namun ada 35 masuk ODP. Mereka tersebar di Nunukan 10, Nunukan Selatan 4 , Sei Nyamuk 2, Seimenggaris 1 , Lapri 1, Krayan Barat 1 , Krayan Induk 2 , Sebatik Barat 2 , Sei Taiwan 3, Tulin Onsoi 1 , Mansalong 4 , dan Aji Kuning 4
(Dinas Keesehatan Kab Nunukan 24 Maret 2020).

Dengan melihat data diatas Kabupaten Nunukan yang sebagai daerah perbatasan langsung dengan Negara Malaysia, Pemkab Nunukan mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah masuknya Covid-19.

Langkah-langkah yang telah dilakukan; mengampanyekan pola hidup dan bersih, melakukan pengecekan kesehatan terhadapap mahasiswa maupun orang lain yang datang ke nunukan, menunda kegiatan-kegiatan yang di ikuti oleh banyak orang, hingga 3 pintu masuk utama yakni pelabuhan speed boat Limhiedjung, pelabuhan kapal Tunon Taka, bandar Udara Nunukan selain itu tim gugus tugas melalui arahan bupati Nunukan telah memperketat jalur-jalur tikus pintu masuk seperti di pulau sebatik dan di wilayah kabudaya yang berbatasan langsung dengan kota Kinabalu Sabah, Malaysia.

Pemkab Nunukan membentuk tim gugus Tugas Penanganan Covid-19 dengan tim pendukungnya sebanyak 500 personil yang tersebar di seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Nunukan, tim ini terdiri dari berbagai lintas instansi yaitu dari Pemerintahan Daerah, Kodim 0911 Nunukan, Polres Nunukan, Lanal Nunukan dan Intansi Vertikal.

Serta, Pemkab Nunukan juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,6 milyar, dan Kabag Humas dan Protokol bpk. Hasan basri mengatakan bahwa penganggaran akan bertambah sesuai dengan kondisi di lapangan,sehingga estimasi diperkirakan mencapai angka Rp 10 miliar sesuai kondisi dan perkembangan.

Kebijakan lainnya Bupati Kabupaten Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE.MM telah menerbitkan 3 surat edaran yakni pertama tentang meliburkan anak sekolah (SD dan SMP Sederajat) dalam waktu 14 hari, Kedua, surat edaran partisipasi penggalangan dana secara sukarela untuk pencegahan Covid-19 di OPD, Instansi Vertikal, Perusahaan BUMD dan BUMS yang ada di Kabupaten Nunukan, Ketiga, Surat edaran untuk mengisolasikan diri di rumah.

Juga memberikan arahan untuk mengurangai menghadiri pertemuan-pertemuan yang tidak penting serta Bupati Nunukan juga mengajak bersama Bapak/Ibu kepala desa untuk bersama-sama mengantisipasi dan mencegah Virus Corona. Artinya, Pemerintah Kabupaten Nunukan telah mengantisipasi dan melakukan pecegahan dini. *

Penulis: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Univ. Muhammadiyah Malang

2 thoughts on “OPINI: Kebijakan Pemkab Nunukan Efektif Cegah COVID-19 di Perbatasan RI-Malaysia

  1. Pingback: Umat Hindu Nyepi di Rumah, Bupati Laura Ucapkan Selamat | Newsurban

  2. Pingback: OPINI: Stop Aksi Panic Buying | Newsurban

Leave a Reply