Putus Rantai COVID-19, PMI Nunukan Semprot Sejumlah Lokasi

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan menyemprotkan disinfektan di sejumlah tempat sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. (ist)

Pencegahan dan Pemutusan Rantai Covid-19 Palang Merah Indonesia (PMI) kab Nunukan Turun ke berbagai tempat.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan, kembali bergerak ke berbagai Tempat untuk pelayanan pencegahan Covid 19 dengan penyemprotan disinfektan.

Aksi tersebut masih dalam gerak aktif untuk membasmi dan membatasi perkembangan virus Corona (covid-19).

Wakil Ketua Bidang Kerjasama, Kemitraan dan Kehumasan PMI Nunukan Saddam Husain mengatakan, besok PMI akan bergabung di Tim Gugus Tugas Percegahan Peyebaran COVID-19 di Kabupaten Nunukan.

Baca:

“Beberapa hari ini kita telah melakukan 16 kali penyemprotan di Mesjid Al-Muttaqim, kantor BKPSDM, SD 01 Nunukan ,Mesjid Al-Mujahidin, PLN, Adira, Musollah Al’Araf, BPD Syariah, Kantor POS indonesia, kos-kosan, pegadaian berserta cabangnya,” kata Saddam.

Dalam Pencegahan COVID-19, kata Saddam, PMI Kabupaten Nunukan
membuka donasi layanan spraying disinfektan di Kabupaten Nunukan. Adapun donasi oleh PMI Kabupaten Nunukan adalah donasi sprayer disinfektan, alat pelindung diri, dan lain-lain yang dibutuhkan untuk pencegahan COVID-19.

“Hasil donasi akan digunakan untuk kegiatan spraying disinfektan di tempat ibadah dan fasilitas umum,” ujar Saddam.

Dia menyebutkan, info lebih lanjut bisa menghubungi call center PMI Kabupaten Nunukan: 0822-5166-4643

“Mari Berbagi Untuk Sesama…,
PMI Sial Bantu, Di rumah saja, Biar Kami Di lapangan,” Saddam menyampaikan pesan PMI.

Sosialisasi Hingga ke Gang
PMI Nunukan juga beraksi ke Jalan Tanjung, promosi kesehatan agar warga mengetahui cara pencegahan,cara mencuci tangan yang benar dan social Distancing.

Masyarakat sangat sangat antusias terkait sosialisasi tersebut karena ada juga masyarakat yang belum paham soal pencegahan Covid-19.

“Ini tetap kita lakukan sebagai tugas kemanusiaan, tapi dari PMI tetap menjaga jarak, tidak berkumpul , tetapi dilakukan door to door sehingga masyarakat terhindar dari kerumunan, kata Saddam. Sosialisasi lewat mobil juga dilakukan agar semua masyarakat Nunukan mengetahuinya,” pungkas Saddam. (ama/*)