Atasi Covid-19, 15.000 Mahasiswa Kedokteran Siap Jadi Tenaga Relawan  

Foto Simulasi penaganan virus corona di Rumah sakit I La Laga ligo Luwu Timur, Selasa (10/03/2020). Foto: Dedi Wartawan Newsurban.id

Sebelumnya, pemerintah mengakui saat ini kebutuhan terhadap tenaga medis sangat mendesak. Saat ini, pemerintah membutuhkan 1.500 dokter dan 2.500 perawat hingga sopir ambulans.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Sebanyak 15.000 mahasiswa kedokteran siap menjadi tenaga relawan medis dan menjadi garda terdepan untuk melakukan penaganan bagi orang terjangkit atau terinfeksi virus corona (Covid-19). Jumlah itu, dari 154 kampus di seluruh Indonesia.

“Kami mendapatkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) jika ada 15.000 mahasiswa kedokteran dari 154 kampus di Indonesia siap menjadi relawan medis. Ini tentu menjadi kabar baik di tengah kekurangan tenaga medis dalam penanggulangan wabah corona di Tanah Air,” kata Syaiful Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, yang juga membidangi pendidikan, kepada wartawan, Kamis (26/03/2020).

Baca Juga:Akibat Corona, 6 Tenaga Medis Meninggal dan 42 Positif Terinfeksi

Wasekjen DPP PKB itu menjelaskan puluhan ribu mahasiswa itu berasal dari fakultas kedokteran universitas maupun Politeknik Kesehatan (Poltekes). Dengan rincian 82 universitas dan 72 Poltekes.

“Kami tentu sangat mengapresiasi kesediaan para mahasiswa kedokteran tersebut yang bersedia mengajukan diri jadi relawan, meskipun dengan tingkat risiko tinggi,” sebutnya.

Tim medis mengevakuasi seorang pasien di dalam mobil ambulans saat simulasi penanganan wabah virus Corona di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1).

Baca juga: DKI Jakarta! 1 Tenaga Medis Meninggal, 25 Positif Terinfeksi Corona

Lebih lanjut, Legislator dapil Jawa Barat itu berharap rekrutmen yang dilakukan oleh Kemendikbud itu dapat dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan COVID-19. Sehingga, bisa dipetakan kebutuhan di lapangan dan kemampuan dari mahasiswa.

Syaiful juga menyarankan agar para relawan yang direkrut dari kampus itu mendapatkan orientasi terlebih dahulu, sehingga bisa bekerja lebih efektif. Tak hanya itu, Syaiful mengingatkan agar mereka juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca juga: Guru Besar Fakultas Kedokteran UNHAS Positif COVID-19, Diumumkan Terbuka Patut Dicontoh

“APD ini penting karena jangan sampai anak-anak kita yang jadi relawan malah menjadi korban penularan COVID-19 karena tidak memakai APD sesuai standar WHO,” tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah mengakui saat ini kebutuhan terhadap tenaga medis sangat mendesak. Saat ini, pemerintah membutuhkan 1.500 dokter dan 2.500 perawat hingga sopir ambulans.

“Saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 1.500 dokter, terutama spesialis paru dan anestesi, dokter umum, pranata lab, sekitar 2.500 perawat, dan juga bagian administrasi rumah sakit sampai ke sopir ambulans,” kata koordinator relawan Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Andre Rahadian, saat konferensi pers di BNPB, Kamis (26/3).

One thought on “Atasi Covid-19, 15.000 Mahasiswa Kedokteran Siap Jadi Tenaga Relawan  

  1. Pingback: Selama Corona di Indonesia, IDI Catat Sudah 22 Dokter Meninggal | Newsurban

Leave a Reply