ODP dan PDP Makin Bertambah di Luwu Timur, Imbauan Pemda Kurang Manjur?

Simulasi penaganan pasien terjangkit virus corona di Rumah sakit I Lagaligo Wotu, Luwu Timur, Selasa (10/03/2020). Foto Dedi Newsurban.id

Jumlah ODP dan PDP di Luwu Timur makin bertambah hanya terhitung dua hari, setelah warga Luwu Timur pulang kampung (Mudik).

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Dinas kesehatan Luwu Timur dan Tim Gugus Covid-19, mencatat jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) 169 dan 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) di Luwu Timur. Sebelumnya, ODP 78 dan PDP sebanyak 4 orang.

Dari jumlah kasus ODP dan PDP di Luwu Timur sekarang ini bertambah secara masif. Penambahan itu hanya terhitung dua hari, setelah warga Luwu Timur pulang kampung.

“Ya betul, penambahan jumlah kasus ini, diakibatkan sejumlah masyarakat dan Mahasiswa pulang kampung. Hal ini tidak bisa dihindari,” kata Rosmini Pandin, Plt Dinas Kesehatan Luwu Timur, Minggu (29/03/2020).

Baca juga: Di Luwu Timur ODP Bertambah, Apakah Pemda Siap “Lawan” Covid-19?

Rosmini mengaku, dari jumlah kasus ODP  yang tercatat, sementara ini dilakukan pengawasan cukup ketat dan melakukan upaya isolasi mandiri di rumah masing-masing. Hal ini dilakukanya, lanjut dia, untuk mencegah penularan lebih banyak.

“Untuk kasus DPD sekarang ini terhitung 6 orang. Dari 4 orang bertambah 2 orang. Keenam orang ini, sudah ada dua orang dirujuk di Rumah sakit RSUD Sinjai dan Tana Toraja. Sementara, 2 orang diisolasi di RS Inco PT. Vale. Dan, 2 orangnya lagi dilakukan observasi dengan melakukan isolasi mandiri,” ungkap Rosmini.

“Beberapa kasus PDP ini, sudah di kirim sampelnya di Makassar untuk uji Lab khusus corona. Tinggal kami menunggu hasil apakah negatif atau positif?,” tambahnya.

Baca juga: Area Publik dan Rujab Luwu Timur Disemprot Cairan Disinfektan

Untuk saat ini, lanjut Rosmini, untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) masih relatif masih ada. Itu karena adanya dermawan melakukan donasi APD untuk tenaga kesehatan.

“Yang kurang sekarang ini adalah disinfektan dan masker. Dan itu kami sangat membutuhkan,” katanya.

Rosmini meminta, untuk masyarakat, kelompok dan relawan berkerjasama melawan virus mematikan ini (Covid-19), untuk mencegah penularan di Luwu Timur.

“Saya meminta kepada masyarakat dan kelompok lainnya mengkuti imbauan pemerintah, dan melakukan pola hidup sehat, sehingga tidak dapat terjangkit virus corona ini,” pintanya.

Baca juga: Dinkes Luwu Timur Edukasi Masyarakat Agar Bisa Ikut Cegah COVID-19

Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur, sebelumnya telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat untuk melakukan pecegahan penularan virus corona yang sudah memakan korban jiwa di Indonesia.

Namun, imbauan itu masih dianggap kurang manjur, karena jumlah kasus ODP dan PDP makin saja bertambah. Bahkan, pemerintah Luwu Timur sudah melakukan upaya pencegahan dengan cara penyemprotan vaksin disinfektan sejumlah area publik dan penyemprotan kendaraan yang melintas.

Imbauan di keluarkan Langsung Bupati

Wacana di kalangan masyarakat Luwu Timur saat ini, menginginkan karantina wilayah. Secara geografis di Sulawesi Selatan, Kabupaten Luwu Timur adalah wilayah perbatasan berapa provinsi, di Sulawesi.