2.400 Rapid Test Sudah Tiba di Kalimantan Utara, Nunukan Dapat 100 Unit

Rapid Test Covid-19. (ant)

Sebanyak 2.400 Rapid Test telah diterima Pemprov Kalimantan Utara. Sebanyak 100 unit diantaranya dikirim ke Kabupaten Nunukan. Alat ini akan dibagikan kepada kabupaten dan kota di Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR, NEWSURBAN.ID – Sebannyak 2.400 Rapid Test Covid-19 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Nantinya alat tes cepat untuk mendeteksi coronavirus ini, akan langsung dibagikan ke kabupaten/kota.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, alat ini akan diutamakan untuk melakukan test terhadap para tenaga medis. Selebihnya diberlakukan bagi warga yang masuk dalam Orang Dalam Pengawasan (OPD).

Irianto mengungkapkan, rapid test telah diterima oleh Pemprov Kaltara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sejak Sabtu (28/3). Untuk selanjutnya akan langsung didistribusikan ke kabupaten kota.

RINCIAN DISTRIBUSI:

  1. RSUD Tarakan 500
  2. Dinas Kesehatan Tarakan 200
  3. RSUD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor 200
  4. Dinas Kesehatan Bulungan 200
  5. Dinas Kesehatan Malinau 100
  6. Dinas Kesehatan Nunukan 100
  7. Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung (KTT) 60

Irianto menjelaskan, 1.040 unit Rapid Test Covid-19 akan disimpan sebagai buffer stok. “Ada 1.040 unit untuk buffer stok dan disimpan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara,” kata Gubernur usai melakukan video conference bersama sejumlah kementerian dan gubenur terkait pencegahan dan penanganan COVID-19, Minggu (29/3).

Dia menjelaskan, alat untuk pengecekan cepat ini memang sengaja diprioritaskan untuk tenaga medis, karena para tenaga medis dianggap lebih membutuhkan.

Lanjut Irianto, alat ini lebih diutamakan untuk rumah sakit yang telah menangani pasien positif Covid-19. Seperti di RSUD Tarakan dan RSUD Tanjung Selor.

“Rapid test ini akan diutamakan kepada dokter dan perawat yang ada di dua rumah sakit itu. Karena tenaga medislah yang menangani langsung masalah ini (pasien Covid-19). Sehingga merekalah yang lebih membutuhkan,” ujarnya dikutip Antara Senin 30 Maret 2020.

Gubernur juga menyebutkan, rapid test  diutamakan untuk ODP di Kaltara yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 244 orang (data Gugus Tugas per 28 Maret 2020). Terutama lagi bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari Malaysia. (*)

Leave a Reply