Diinstruksikan Belajar di Rumah, SDN 1 Inpres Talise Palu Malah Masuk Sekolah

Disuruh belajar di rumah, SDN 1 Inpres Talise Jalan Tombolotutu Kecamatan Mantikulore malah belajar di sekolah. Sontak saja menjadi perhatian besar warga sekitarnya pada Senin 30 Maret 2020. (yusuf)

Pemprov Sulteng dan Pemerintah Kota Palu telah mengeluarkan surat edaran untuk memindahkan sementara aktivitas belajar di sekolah ke rumah. Sayangnya surat edaran itu tidak dilaksanakan semua pihak sekolah. Salah satunya di SDN 1 Inpres Talise.

PALU, NEWSURBAN.ID – Hingga saat ini proses pengalihan belajar dari sekolah ke rumah bagi siswa pada semua jenjang pendidikan diperpanjang hingga 24 April 2020 sambil menunggu perkembangan terbaru dari Kemendikbud RI sekaitan dengan penyebaran wabah covid 19 tersebut.

Namun sangat disayangkan tidak semua sekolah patuh menaatinya. Terbukti pada jenjang SD misalnya walaupun seluruh siswa di wilayah kota pada semua jenjang pendidikan belajar di rumah mulai 17-29 Maret 2020 dan kembali diperpanjang hingga sampai 24 April 2020. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya dilaksanakan.

Baca: Darurat COVID-19, Pemkot Palu Keluarkan Surat Edaran Terkait Pendidikan

Terbukti di SDN 1 Inpres Talise Jalan Tombolotutu Kecamatan Mantikulore siswa dan tenaga pendidik hingga kependidikan hadir di sekolah. Sontak saja menjadi perhatian besar warga sekitarnya pada Senin 30 Maret 2020.

Bahkan masuk sekolah siswa tersebut langsung disikapi Kapolsek Palu Timur AKP Laata, Kanit Binmas Iptu Setiarja dan anggota polisi lainnya langsung mendatangi pihak sekolah dan memberikan teguran dan meminta pihak sekolah memulangkan semua siswa.

Kapolsek Palu Timur AKP Laata langsung memberikan himbauan kepada kepala sekolah untuk memulangkan murid murid yang datang ke sekolah dan memberikan informasi bahwa belajar di rumah di perpanjang hingga tangga 24 April 2020.

“Kami hanya menyampaikan maklumat kapolri dan surat pak walikota Masa libur sampai tgl 25 April 2020
Menurut ibu kepseknya bahwa bukan permintaan dari pihak sekolah untuk anak-anak masuk sekolah tapi inisiatif murid-murid karena mereka berangapan libur sampai tanggal 29 Maret sesuai instruksi pertama di tetapkan belajar di rumah selama 14 hari,” katanya.

Setelah dijelaskan secara persuasif maka saat itu juga para murid dan guru langsung membubarkan diri dan kembali pulang ke rumah masing masing situasi saat itu tambahnya berjalan aman lancar dan kondusif.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Palu Drs H Ansyar Sutiadi M.Si pada Selasa 31 Maret 2020 mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan masuknya siswa ke sekolah mestinya dengan keluarnya edaran gubernur dan walikota terkait belajar siswa dari sekolah ke rumah terkait dengan untuk mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harusnya dipatuhi oleh pihak sekolah dan para orang tua siswa tersebut.

Sehingga langkah cepat dilakukan Dinas Pendidikan dengan menyampaikan kepada kepala sekolah dan guru agar imbauan ini dipatuhi dan lebih proaktif menyampaikan ke orang tua siswa bahwa libur sementara waktu diperpanjang hingga 24 April 2020 dan pihak sekolah memahaminya dan diharapkan hal ini tidak perlu terjadi lagi di semua sekolah dalam wilayah kerja Dinas Pendidikan Kota Palu. (yusuf)

Leave a Reply