Walikota Hidayat Pimpin Rakor Pencegahan Covid-19 di Ruang Terbuka

Walikota Palu Hidayat didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu H Asri, memimpin rapat koordinasi pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 di ruang terbuka halaman Kantor Walikota Palu, Selasa, 31 Maret 2020. (yusuf)

Rapat koordinasi pencegahan dan antisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19) Kota Palu digelar di ruang terbuka Kantor Walikota Palu. Rapat di ruang terbuka yang dipimpin Walikota Palu Hidayat sudah beberapa kali digelar.

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu Hidayat, didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu H Asri, memimpin langsung rapat koordinasi pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 pada Selasa, 31 Maret 2020.

Rapat yang dilaksanakan di halaman kantor Walikota ini dalam rangka menindaklanjuti kebijakan Pemerintah bahwa penyebaran Covid-19 merupakan Bencana Nasional Non Alam sejak tanggal 14 Maret 2020 dan himbauan Presiden RI tanggal 15 Maret 2020 serta surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah tanggal 16 Maret 2020.

Walikota menyampaikan, Pemerintah Kota Palu dan instansi vertikal sudah bersepakat untuk membuat posko pemeriksaan kesehatan bagi setiap orang yang masuk di wilayah kota Palu.

“Sementara ada enam posko baik di bandara, pelabuhan Pantoloan dan Taipa, serta jalur darat. Orang yang masuk di Palu harus kita periksa. Mungkin dari suhu badan maupun rapid test yang akan mendeteksi dini ada tidaknya virus di tubuh orang,” katanya.

Baca:

Walikota memohon kepada Plt. Direktur RSUD Anutapura Palu drg. Hery Mulyadi agar memastikan kesiapan penanganan PDP di wilayah Kota Palu, sebab ini sangat penting.

“Tentunya kesiapan tempat PDP itu harus tersedia. Karena ketika hasil rapid test menunjukkan orang tersebut terindikasi virus, kita langsung rawat dia. Tolong dicek baik yang ada di gedung BAPELKES, Asrama Haji, Diklat provinsi, dan lainnya,” ujarnya.

Walikota juga berharap Kepala Dinas Kesehatan kota Palu dr. Husaema betul-betul memastikan kebutuhan-kebutuhan fasilitas posko maupun kebutuhan SDM setiap posko.

Sementara itu, Kadis Kesehatan kota Palu dalam laporannya mengatakan 4.000 rapid test paling lambat hari Sabtu pekan ini sudah datang, sementara untuk hand sanitizer dan APD, besok (Rabu 1 April) sudah tiba di Kota Palu.

“Saya minta kita tentukan prosedur tetapnya yang mana bisa kita lakukan rapid test. Tentunya harus ada indikasi tertentu orang kita lakukan rapid test. Kalau kita pukul rata semua orang kita rapid test, tentu satu hari 4.000 rapid test habis. Sehingga perlunya prosedur tetap,” jelasnya.

Kadis juga menyampaikan rencananya dalam satu posko itu ada satu dokter, empat perawat, dan satu analis laboratorium untuk mengecek rapid test. “Rencananya kita akan bagi dua sif selang-seling. Sehingga ada 12 dokter yang saya siapkan,” katanya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSUD Anutapura Palu drg. Hery Mulyadi melaporkan pihaknya telah menambah lagi 12 tempat tidur untuk ruang isolasi. Sehingga jika ditotal untuk sementara, sudah ada 22 tempat tidur bagi pasien yang akan diisolasi di RSUD Anutapura Palu.

“Selain itu, dokter spesialis kita tambah menjadi 13 orang yang awalnya hanya 6 orang, serta perawat menjadi 24 orang. Ini kami lakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan kejadian luar biasa tidak terjadi,” ungkapnya.

Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah kota Palu yang telah mengalokasikan anggaran kepada pihak RSUD Anutapura Palu untuk membeli peralatan-peralatan penting lainnya guna penanganan Covid-19.

“Semua rumah sakit swasta menjadi rumah sakit penyangga apabila ada hal-hal yang dibutuhkan. Akan tetapi, sesuai arahan Wali kota, semua rumah sakit swasta juga menyiapkan ruang isolasi,” tandasnya.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri perwakilan Polres Palu, Kodim 1306 Donggala, pimpinan OPD di lingkup Pemerintah kota Palu, pimpinan rumah sakit, serta instansi terkait lainnya. (yusuf)

Leave a Reply