Di Balik Isu Miring Bupati Nunukan Fokus Penanganan Covid-19

Bupati Nunukan/Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Nunukan Amin Laura Hafid. (ist)

Beredar Screenshot percakapan Bupati Nunukan di salah satu group whatsaap SKD Covid-19 Nunukan
Dan Screenshot tersebut tersebar di salah satu akun media sosial Facebook.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Humas Pemkab Nunukan Hasan Basri mengatakan sangat menyayangkan hal itu di tengah kefokusan Tim Gugus Tugas Penanganan Pansemi Covid-19.

“Saya tegaskan ini bukan bagian percakapan Umum, Bupati Nunukan sangat menyayangkan Screenshot disebarluaskan dan diolah demi sesuatu yang tidak benar,” kata Hasan.

Dia meminta kepada masyarakat Nunukan agar jangan mudah terprovokasi di tengah kondisi persoalan pandemi Covid-19.

“Tindakan pengambilan Screenshot isi percakapan yang bersifat pribadi tanpa seizin nama yang tercantum dalam percakapan tersebut bisa saja dibawa ke rana hukum,” bebernya.

Baca:

Saat ditanya apakah akan mengambil langkah Hukum Hasan menjawab. “Kami tidak ingin terpecah konsentrasi, saat ini Ibu Bupati beserta tim memfokuskan pada Percepatan penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Melalui Hasan Basri, Bupati Nunukan mengatakan, pihaknya tidak ingin penanganan Covid-19 dijadikan alat pencitraan. “Kami juga tidak ingin bencana Covid-19 ini digunakan sebagai alat penghias pencitraan bagi segilintir orang apalagi tujuannya hanya untuk medongkrak Popularitas semata, mari Kita tetap fokus mengikuti anjuran Pemerintah Pusat dan daerah, Tim Gugus Tugas serta TNI-POLRI untuk percepatan penanganan Covid-19,” jelasnya.

“Bupati sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 berkomitmen dengan serius untuk menangani persoalan tersebut dan kami selaku Tim selalu diberikan arahan, jadi tidak ada asalan jika Bupati setengah hati dalam bertindak,” tambah Hasan.

Sementara itu Haji Nikmah yang juga anggota DPRD Nunukan menyesalkan apa yang terjadi.

“Saya sangat menyayangkan ada segilintir orang yang mau menjatuhkan wibawa seorang kepala daerah dengan cara yang receh, saya bukan jubir Bupati tapi kalau mau kritik bupati sampaikanlah dengan bijak, bukan dengan mempolitisir, kalau kami di dewan ada yang namanya fungsi pengawasan, lebih baik gunakan itu bukan bermedsos ria dengan tidak etis,” katanya.

Nikmah menambahkan wabah Covid-19 bukan ajang saling menjatuhkan atau sekadar pecitraan untuk mencari sesuap nasi. “Ini persoalan serius, marilah kita jaga sinergitas guna menuntaskan persoalan Covid-19,” ujarnya. (arung)