Di Bulukumba, Petugas Medis Jemput Paksa Diduga PDP Corona

ILUSTRASI

Penjemputan dilakukan tenaga medis oleh pasien berinisial IN (28), lataran mengalami gejala virus corona (covid-19) dideritanya seperti sesak nafas, batuk kering dan radang tenggerokan.

BULUKUMBA, NEWSURBAN.ID – Petugas medis Publik Safty Center (PSC) Kabupaten Bulukumba, melakukan penjemputan seorang warga Desa Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis malam (2/4/2020).

Penjemputan dilakukan tenaga medis oleh pasien berinisial IN (28), lataran mengalami gejala virus corona (covid-19) dideritanya seperti sesak nafas, batuk kering dan radang tenggerokan.

Baca juga: Gubernur Nurdin Abdullah Benarkan Jubir COVID-19 Sulsel Positif Corona

“Tadi malam dijemput sama tim medis karena riwayat perjalanannya dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara,” kata Ima, warga Dusun Batukaropa, Desa Batukaropa, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, kedatangan IN di Desa Batukaropa pada Minggu 29 Maret 2020 lalu. Bahkan IN sempat menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau Covid-19. Setelah itu, IN menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baca juga: Positif Corona Bertambah: Nasional 686 Kasus, Total Meninggal 55 Orang, Sulsel 4 Kasus

“Dia datang bersama dengan suaminya, pihak medis juga sempat minta dia untuk melakukan isolasi mandiri. Namun tidak melakukan, beberapa hari dia terlihat berkeliaran,” jelas Ima

Lanjut kata dia, setelah penjemputan tim medis PSC Bulukumba terhadap IN, suami dari IN sampai saat ini melarikan diri. “Suaminya tidak tahu ke mana setelah istrinya dijemput oleh tenaga medis,” pungkas Ima.

Baca juga:  Positif Covid-19 Se Sulawesi 96 Orang, Sulsel Tertinggi 82, Sulteng Bertambah Jadi 4

Ima juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Batukaropa agar tidak panik terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang saat ini mewabah.

Terkait dengan penjemputan paksa PDP ini, pesan singkat yang dikirimkan ke Jubir Tim Gugus Covid-19 Bulukumba, AM Daud Kahal tak digubris.

Leave a Reply