Selama Corona di Indonesia, IDI Catat Sudah 22 Dokter Meninggal

ILUSTRASI

Tindakan dilakukannya cukup rentan terinfeksi virus corona. Sebagian yang positif terinfeksi bahkan telah dinyatakan gugur karena tertular virus corona. Salah satu faktor yang banyak disorot adalah minimnya APD (Alat Pelindung Diri) yang tersedia.

JAKARTA, NEWSURBAN. ID – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada 22 dokter yang gugur karena virus corona (Covid-19).  Ke-22 tenaga medis ini  terdiri dari 17 dokter yang tergabung dalam IDI dan 5 dokter gigi yang tergabung di Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Baca juga: Akibat Corona, 6 Tenaga Medis Meninggal dan 42 Positif Terinfeksi

Gugurnya sejumlah tenaga medis ini, lantaran bersentuhan langsung Pasien Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan bahkan pasien terjangkit positif Covid-19 tetap dia lakukan tindakan dengan visi kesembuhan pasien tersebut.

Baca juga: Guru Besar Fakultas Kedokteran UNHAS Positif COVID-19, Diumumkan Terbuka Patut Dicontoh

Tindakan dilakukannya cukup rentan terinfeksi virus corona. Sebagian yang positif terinfeksi bahkan telah dinyatakan gugur karena tertular virus corona. Salah satu faktor yang banyak disorot adalah minimnya APD (Alat Pelindung Diri) yang tersedia.

Minimnya APD, sejumlah tenaga medis  tengah menjalankan praktik dengan APD seadanya dari jas hujan plastik.

“Iya, itu beliau (dr Bernadette). Kemungkinan di RS Bhayangkara (foto diambil),” kata Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Halik Malik, Sabtu (04/04/2020).

“Semoga angka-angka korban COVID-19 ini tidak bertambah lagi, khususnya mereka tenaga medis, dan bersama kita bisa memutus mata rantai penularan COVID di masyarakat,” harapnya.

Baca juga: Atasi Covid-19, 15.000 Mahasiswa Kedokteran Siap Jadi Tenaga Relawan  

Adapun, nama dokter IDI yang gugur karena virus corona ialah:

  1. Prof. Dr. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar Farmakologi FK UGM)
  2. Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI)
  3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
  4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
  5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
  6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
  7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
  8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
  9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
  10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)
  11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
  12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
  13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
  14. dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp THT – Meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
  15. Dr. dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) – Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
  16. dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
  17. dr. Heru S. – Meninggal di RSPP (FK UNDIP)
Adapun, dokter gigi yang gugur karena COVID-19:
1. drg. Umi Susana Widjaja, Sp. PM.
2. drg. Yuniarto Budi Santosa, MKM.
3. drg. Amutavia P. Artsianti, Sp. Ort.
4. drg. Roselani Widajati Odang, Sp. Prost.
5. drg. Gunawan Oentaryo, M. Kes.

2 thoughts on “Selama Corona di Indonesia, IDI Catat Sudah 22 Dokter Meninggal

  1. Pingback: PDGI Maros Bantu Korban Banjir Luwu Utara Melalui PKK Sulsel | Newsurban

  2. Pingback: IDI dan Polda Jambi Teken Kerja Sama Tingkatkan Pelayanan Kesehatan | Newsurban

Leave a Reply