Gugus Tugas Covid-19 Palu Terapkan Pemeriksaan Ketat di 6 Pintu Masuk

Walikota Palu sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu, Hidayat memimpin rapat koordinasi pos lapangan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 Sabtu, 4 April 2020. (humas)

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu Hidayat mendirikan enam pos di pintu keluar masuk. Enam pos ini akan memeriksa ketat dan mendata setiap orang masuk dan keluar Kota Palu.

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu, Hidayat memimpin rapat koordinasi pos lapangan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 Sabtu, 4 April 2020.

Rapat yang digelar di ruang rapat Bantaya Kantor Walikota Palu tersebut membahas tentang tugas pokok dan fungsi serta rencana aksi Pos Lapangan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19.

Dalam arahannya, Hidayat menyampaikan, ada enam pos lapangan yang akan dibuat di setiap pintu masuk Kota Palu. Terdiri dari satu pos di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, dua pos di Pelabuhan Pantoloan dan Taipa, dan tiga pos jalur darat di kelurahan Pantoloan, Tawaeli, serta Watusampu.

Baca: Pemkot Palu Beberkan 11 Aspek Capaian Pembangunan di Final PPD 2020

“Gubernur Sulawesi Tengah sudah mengeluarkan ketentuan, adanya jam buka tutup di pintu masuk provinsi Sulawesi Tengah. Kita bersyukur adanya kebijakan tersebut. Olehnya, yang kita lakukan adalah memeriksa orang yang masuk,” ujarnya.

Walikota menjelaskan di setiap pos akan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Baik pemeriksaan termo gun, kesehatan fisik, pencatatan identitas lengkap, hingga pemeriksaan dengan rapid test.

Rapid Test
Hidayat juga mengatakan, baru 4.000 rapid test (alat test massal) yang diadakan oleh Pemerintah Kota Palu. Rapid test itu akan digunakan untuk orang-orang yang memenuhi ketentuan dari prosedur lengkap yang disusun oleh tim medis.

“Jadi penggunaan rapid test tidak kita pukul rata. Namun, ada ketentuannya. Nah ke depan, kita mau adakan lagi 15.000 rapid test,” lanjutnya.

Hidayat mengatakan apabila hasil pemeriksaan kesehatan fisik dan rapid test orang yang bersangkutan terindikasi Covid-19 atau Corona, maka akan dilakukan perawatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baca: Walikota Palu dan IDI Sepakat Umumkan Identitas Warga Positif Corona

“Kita harap tidak ada yang PDP. Oleh karena itu, saya sangat memohon izin para dokter, kami tahu dokter ini punya aturan sendiri dalam merahasiakan identitas pasien. Tetapi dalam kondisi saat ini, jangan kita rahasiakan, paling tidak tempat tinggal pasien jangan dirahasiakan. Karena pemukiman sekitar tempat tinggalnya, harus kita sterilkan,” katanya.

Walikota berhadap dengan tidak dirahasiakannya tempat tinggal pasien tersebut, tidak terjadi sesuatu di tengah-tengah masyarakat berkaitan dengan ketertiban dan keamanan.

“Ini dalam rangka mengatasi penyebaran virus. Saya kira bukan berarti kita rapat seperti ini tidak beresiko, sangat beresiko. Namun, inilah tanggung jawab kami sebagai Pemerintah untuk mengamankan masyarakat sebenarnya,” ungkap Wali kota.

Baca: AHA Center Serahkan 75 Huntap Tondo ke Pemkot Palu Melalui Vicon

Lebih lanjut, Hidayat mengungkapkan ada dua hal yang harus digarisbawahi dalam menghadapi Covid-19 ini yakni pencegahan dan penanganan.

Pencegahan, katanya menjadi tanggung jawab penuh Dinas Kesehatan Kota Palu sementara penanganan menjadi tanggung jawab Plt. Direktur RSUD Anutapura Palu.

“Dua lembaga itu sangat penting. Olehnya saya minta semua kebutuhan posko harus disiapkan oleh OPD lain yang telah ditugaskan. Posko kita buka setelah yang kita butuhkan ini sudah siap,” katanya.

Hidayat menekankan pencegahan dan penanganan Covid-19 betul-betul harus siap. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika ada lonjakan kasus dikemudian hari.

Turut hadir dalam rapat tersebut yakni perwakilan Polres Palu, Kodim 1306/Donggala, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah kota Palu, Plt. Direktur RSUD Anutapura Palu, serta para Camat se-kota. (yusuf)

Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu rapat koordinasi pos lapangan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 Sabtu, 4 April 2020. (humas)

Leave a Reply