Kabar Gembira, Hasil Swab 2 Pasien Positif Covid-19 di Palu Sudah Negatif

Walikota sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Palu Hidayat dan Wakil Walikota Sigit Purnomo Said bersama Ketua Tim Surveillance Covid-19 Kota Palu dr. Rohmat memberi keterangan perkembangan penanganan virus corona di Posko Induk Baruga Lapangan Vatulemo, Senin 6 April. (humas)

“Dari 4 kasus positif, Alhamdulillah 2 terkonfirmasi hasil swabnya dinyatakan negatif. Namun, akan dilakukan pengambilan sampel lagi,” Ketua Tim Surveillance Covid-19 Kota Palu dr. Rohmat.

PALU, NEWSURBAN.ID – Ketua Tim Surveillance Covid-19 Kota Palu dr Rohmat dalam press conference di Posko Induk Baruga Lapangan Vatulemo mengungkapkan dua dari 4 pasien positif hasil swabnya sudah negatif.

Rohmat juga memaparkan data Covid-19 per tanggal 5 April 2020 berdasarkan hasil laporan konfirmasi dari 14 Puskesmas se Kota Palu.

Data yang diperoleh dari 14 Puskesmas antara lain pelaku perjalanan sebanyak 837 kasus, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 145 kasus terdiri. Dari 145 ODP yang selesai pemantauan selama 14 sebanyak 81 kasus.

“Ada pun pelaku perjalanan adalah orang-orang yang datang ke Palu dari daerah terpapar Covid-19 dan tidak menunjukan gejala,” katanya.

Baca:

Sementara itu, data Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 22 kasus. Dari 22 orang itu, 9 orang di antaranya dinyatakan sudah selesai pemantauan. Selebihnya 13 orang masih dalam proses. “Mudah-mudahan mereka sehat semua,” harapnya.

Sementara data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 7 kasus dalam perawatan dan terkonfirmasi positif sampai saat ini ada 4 orang dan 1 orang meninggal dunia.

“Dari 4 kasus positif, Alhamdulillah 2 terkonfirmasi hasil swabnya dinyatakan negatif. Namun, akan dilakukan pengambilan sampel lagi,” ungkapnya.

Walikota Palu Hidayat menyatakan, data-data yang disampaikan tersebut perlu dipublikasikan agar lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Palu.

“Selain itu kita ingin adanya transparansi dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Palu serta masyarakat lebih taat dan patuh terhadap imbuan pemerintah tentang protokol penanganan penyebaran virus tersebut,” katanya.

Walikota berharap dengan disampaikannya data ini masyarakat tidak perlu cemas atau bahkan takut yang justru akan menurunkan imunitas atau daya tahan tubuhnya.

“Kurangi kecemasan maupun ketakutan dan kurangi keluar rumah kalau tidak penting. Inilah saya kira obat satu-satunya yang bisa menahan gerak penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Senada dikatakan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said. Sigit mempertegas kepada masyarakat bahwa persoalan ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri.

“Pemerintah tidak mampu apabila masyarakat tidak bisa berkontribusi melakukan kerja sama dan menaati apa yang menjadi imbauan maupun aturan dan instruksi pemerintah,” katanya.

Sigit menyatakan, secara tegas protokol tetap bagi seluruh masyarakat yang datang dari luar daerah terpapar Covid-19 untuk mengikuti prosedur yang ada guna memeriksakan diri ke Puskesmas maupun rumah sakit.

“Dengan demikian, Pemerintah Kota Palu dapat mengambil langkah-langkah yang lebih tepat untuk penanganan virus corona. Tentu upaya-upaya yang kita lakukan adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan pemerintah dan masyarakat bisa menuntaskan penyebaran virus ini,” jelasnya. (*)

Leave a Reply