Adama bin Abu, Dari Kru Orkes Keliling di Soppeng, Menjadi Wakil Rakyat Kabupaten Nunukan

Adama bin Abu (tengah) bersama dua warga asing.

Jejak nasib sulit ditebak. Adama bin Abu, dulu bekerja sebagai orkes keliling di Soppeng, Sulawesi Selatan, di negeri rantau menjadi wakil rakyat di DPRD Nunukan, Kalimantan Utara. Perjalanannya penuh liku.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Adama bin Abu, lahir di Panincong, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, 25 Maret 1969 silam.

Terlahir dengan latar belakang keluarga yang sangat sederhana. Impiannya tak macam-macam. Hanya ingin menjadi polisi.

Namun roda waktu menjawab lain. Tamat SMA tahun 1990, ia mendaftar polisi. Sayang cita-citanya menjadi pengaman, pengayom, dan pelindung masyarakat kandas. Ia tak lulus tes sekolah polisi.

Baca: Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid. SE, MM, Perempuan Perkasa di Perbatasan RI Malaysia

“Saya dulu cita-cita jadi seorang polisi. Bagi saya itu baik dan sangat saya impikan. Tapi takdir berkata lain,” kenangnya.

Tak ingin tenggelam dalam frustasi berkepanjangan, ia menghabiskan waktunya dengan bekerja sebagai Orkes Keliling. Menghibur masyarakat dengan menjual suara berpadu alat musik seadanya.

Pekerjaan itu berlangsung kurang lebih 6 tahun di kampung kelahirannya, Panincong, Soppeng, Sulawesi Selatan.

“Saya menjadi pekerja Orkes Keliling, yang tampil dari desa ke desa. Upah saya per bulan 120 ribu,” ungkapnya.

Baca: Ketua DPRD Nunukan Hj Rahma Leppa Hafid: Membangun Nunukan Bukan Soal Usia

Masa sulit nan indah itu tak hilang dari ingatannya. “Kenangan pahit yang indah itu tak bisa saya lupakan,” kenangnya.

Enam tahun bekerja sebagai kru orkes, Adama terus melangkah. Ia mencoba peruntungan, meninggalkan kampung halaman tanpa tujuan ke mana harus berlabuh.

Pada November tahun 1996 ia memutuskan hijrah ke Nunukan. Kala itu, Nunukan masih di bawah Provinsi Kalimantan Timur.

“Hanya berbekal baju di badan dan uang yang saya kantongi sejumlah 120 ribu, saya meninggalkan KabupatennSoppeng menuju Pare Pare. Setiba di Pare Pare saya baru memutuskan untuk pergi ke Samarinda,” ungkapnya.

Baca: Legislator Termuda DPRD Nunukan Tri Wahyuni: Politik Sejatinya Kerja Bukan Retorika

Namun saat tiba di Pelabuhan Kapal Pare Pare, kapal dengan tujuan Samarinda, Kaltim sudah berlayar meninggalkan pelabuhan. “Besoknya ada lagi kapal berangkat tapi tujuannya ke Nunukan, iya saya pergi saja. Intinya mau meninggalkan kampung halaman,” bebernya.

Sebelum tiba di Nunukan ada pikiran ingin kembali ke kampung halaman. Menyesal tapi sudah, sudah telanjur hijrah.

“Saat kapal sandar di Pelabuhan Nunukan saya tidak tau mau ke mana. Saya memang tau di Nunukan ada Paman saya, H Joding Namanya, tapi jujur saya malu kalau mau datangi beliau, sempat saya berpikir ingin pulang kembali, tapi dengan keadaan begini akhirnya saya beranikan diri mencari rumah H Joding, setibanya di rumah beliau alhamdulillah saya disambut baik dan disuruh tinggal di rumahnya,” tutur Adama.

Di Nunukan, Adama memulai pekerjaan membersihkan dan mengantarkan bawang. Ia kebetulan ikut bekerja dengan H Joding yang merupakan pengelola pengiriman kebutuhan pokok di Nunukan.

“Saya awal di Nunukan kerja membersihkan bawang putih, bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam lalu mengantarkannya ke Pelabuhan. Pekerjaan itu saya tekuni dari tahun 1996-1999, bersyukurnya saya mendapatkan gaji sebesar Rp1 juta yang sebelumnya ndak pernah saya dapatkan uang segitu,” kata Adama.

Baca: Maju Pilgub Kaltara, Abdul Hafid-Makinun Pilih Jalur Perseorangan

Di tahun yang sama yakni 1999 Adama menikahi seorang gadis bernama Rosdiana dan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Kemudian mendapat tawaran dari sang mertua untuk fokus bekerja sebagai Juragan Kapal yang mengantar dan mengirim barang dari Tawau Malaysia ke Nunukan.

“Saya ikut bekerja dengan mertua tepat di tahun 2000. Saya tidak punya pengalaman di perkapalan, tapi saya tekuni setiap hari saya bolak-balik Nunukan-Tawau untuk mengambil barang kebutuhan sembako. Saya jalani kurang lebih 7 tahun,” katanya.

Bak gayung bersambut. Tahun 2007 Adama mulai merintis usaha menjadi agen sembako di Kabupaten Nunukan sampai sekarang. Ia menyuplai sembako ke beberapa warung kecil yang ada di Nunukan.

Dari sepenggal jalan panjang hidupnya, Adama berprinsip bahwa kejujuran itu nomor 1. Baginya dengan kejujuran kita bisa melangkah menuju kesuksesan.

Adama juga memiliki hobi olahraga sepeda. Namun di sela-sela kesibukannya, Adama memilik aktivitas lainnya yakni memberdayakan anak-anak yang punya potensi berolahraga khususnya Olahraga Sepak Bola. Itu, dia jalankan sampai sekarang.

“Saya ingin menjaga persatuan pemuda Nunukan lewat sepak bola,” ucapnya.

Kisah yang mengantarkannya duduk ke dewan adalah rasa kekecewaannya terhadap orang-orang yang kurang peduli pada potensi Pemuda. “Beberapa tahun yang lalu saya bersama teman mendampingi anak-anak usia 15 Tahun untuk ikut seleksi di Jakarta tapi luar biasanya orang-orang kurang peduli kepada kami padahal ini untuk prestasi Pemuda, berangkat dari rasa kekecewaan yang mendalam. Saya berucap dalam hati, Bismillah saya harus maju mencalonkan diri di DPRD Nunukan,” bebernya.

Baca: Puaskan Libido Wisata! Jajal Alam Perawan Nunukan di Batas RI-Malaysia

Dari rasa kecewa dan niat yang kuat, Adama ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat Nunukan. Pileg 2019 dengan perolehan 1.250 suara Adama terpilih dan duduk di DPRD Nunukan melalui Partai PKS di Dapil I Nunukan.

“Saya tidak punya modal finansial yang besar, jujur saya hanya berkeliling mendatangi satu persatu rumah warga, dari kota sampai ke Nunukan Selatan Sungai Ular, saya lebih banyak meminta doa dan memberikan apa yang dibutuhkan warga, tidak ada strategis khusus, saya tidak pikir mau menang atau kalah, intinya saya harus maju dulu, alahamdulillah berkat niat mensedehkan diri kepada masyarakat saya bisa duduk di DPRD,” kata Adama.

Tepat setelah pelantikan sampai beberapa bulan setelah duduk di dewan, Adama mengaku paling beda sendiri di DPRD Nunukan. “Saya tidak suka terlalu diekspos, saya harus akui mungkin saya yang beda sendiri di DPRD, karena saya lebih nyaman untuk berkeliling melihat kondisi masyarakat, bagi saya itu banyak nilai positifnya ketimbang saya pergi dinas ke luar daerah,” tutupnya.

Keluarga
Istri: Rosdiana, Lahir 18 Oktober 1979

Anak:
1. M Aditya Rahmadani, Lahir 22 Desember 1999
2. M Andhi Retdathuditya, Lahir 2 Maret 2002
3. Nur Agni Tri Anindiya, Lahir 31 Juli 2006
4. Nur Alya, Lahir 11 September 2010
5. M Rajab Al Hafiz, Lahir 10 April 2017

MOTTO: Fokus ke Depan Tapi Jangan Pernah Lupakan Masa Lalu

(ARUNG)

One thought on “Adama bin Abu, Dari Kru Orkes Keliling di Soppeng, Menjadi Wakil Rakyat Kabupaten Nunukan

  1. Pingback: Kunjungi Nunukan Selatan, Anggota DPRD Adama Bilang Petani Butuh Cultivator | Newsurban

Leave a Reply