Tak Gubris Hoax, Walikota Hidayat Tegas Tolak Desakan “Lockdown” 3 Hari

Walikota Hidayat sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu didampingi Ketua Surveillance dr. Rochmat, Kadis Perindag Syamsul Saifudin, Kabag Humas dan Protokol  Goenawan, serta perwakilan BPBD memberi keterangan pers, Jumat (10/4/20. (humas)

Walikota Hidayat menegaskan penanganan Covid-19 di Kota Palu masih terkendali. Karena itu dia menolak adanya desakan “lockdown”. Dia tak mau menggubris isu tidak jelas mengenai sesuan “lockdown”¬† tiga hari yang beredar liar di media sosial.

PALU, NEWSURBAN.ID – Penegasan menolak desakan loackdown tiga hari disampaikan Walikota Palu Hidayat saat Press Conference Posko Induk Satgas Pemantauan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Baruga Lapangan Vatulemo pada Kamis, 9 April 2020.

Dia menegaskan dia tidak pernah menerima surat apapun baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi terkait kebijakan Lockdown sejak tanggal 10-12 April 2020.

“Saya tidak mendapatkan surat apapun tentang itu. Sehingga saya tidak bisa berkomentar. Karena instruksi apapun dalam bentuk surat, saya tidak mendapatkan itu,” ujarnya.

Baca: Presiden Ingatkan Pemda Tidak Terburu-buru Ajukan PSBB

Menurut Walikota, karena tidak adanya dasar yang jelas, sehingga pihaknya tidak mengambil langkah terkait kabar lockdown tiga hari yang telah viral di tengah-tengah masyarakat.

“Memang saya sempat dengar kabar itu dan saya abaikan. Karena secara fisik surat, kami tidak terima. Jadi kami tidak mengambil langkah,” lanjutnya.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Kaji PSBB di Kota Makassar

Terkait isu itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Palu sore tadi telah mengedarkan pengumuman agar aktivitas perdagangan di pasar tetap berjalan seperti biasa.

Dalam kesempatan tersebut juga Wali kota menyampaikan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Pemerintah kota Palu untuk merespon wabah Covid-19 atau Corona.

Kebijakan yang dimaksud antara lain pembuatan enam Pos Lapangan di perbatasan kota Palu seperti di bandara, pelabuhan Pantoloan dan Taipa, serta tiga jalur darat.

Baca: Kabar Gembira, 2 Pasien Positif Covid-19 di Palu Sembuh dan Diizinkan Pulang

Keenam pos tersebut, katanya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orang yang datang ke kota Palu serta pemeriksaan penyaluran Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting).

“InshaAllah hari Minggu sore, 12 April 2020 kami akan meninjau persiapan pos itu. Mudah-mudahan persiapan pos itu bisa rampung semua hari Minggu. Sehingga Senin, 13 April 2020 kita sudah bisa action,” katanya.

Wali kota juga menyatakan berkaitan dengan pos lapangan ini pihaknya akan memberlakukan penutupan jalur darat menuju kota Palu sejak pukul 22.00 malam hingga 07.00 pagi.

Baca: 11 Daerah di Sulsel Terpapar Covid-19, 4 Masuk Zona Merah

“Saya berharap Organda dari luar agar bisa menyesuaikan jadwal penutupan jalan tersebut guna mencegah adanya penumpukan di pos lapangan,” lanjutnya.

Selain itu, Walikota juga memaparkan kebijakan lainnya seperti tentang penangguhan penagihan pinjaman bagi pekerja sektor informal pengusaha UMKM dan pemegang unit kendaraan/jaminan di kota Palu sesuai surat edaran bernomor 581/0730/PERDAGIND/2020.

PATUHI IMBAUAN PEMERINTAH
Hidayat juga memaparkan surat edaran bernomor 443/0748/PERDAGIND/2020 tentang penyampaian kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah baik warung makan, cafe, dan Pekerja Kreatif Lapangan (PKL) agar tetap melaksanakan aktivitas usahanya dengan berbagai ketentuan yang telah dijabarkan di surat tersebut.

“Langkah-langkah ini kita harapkan dapat mencegah penyebaran covid-19 di kota Palu,” tandasnya. (humas/yusuf)

Leave a Reply