Positif Covid-19 di Sulawesi Selatan Bertambah Menjadi 222 Per 12 April

PETA COVID-19 SULSEL

Penularan virus corona masih terus berlangsung, termasuk di Sulsel. Dalam 24 jam terakhir, kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan bertambah 44 menjadi 222. Pasien sembuh 25.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pemerintah melalui ugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat adanya penambahan kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan sebanyak 44.

Dengan penambahan itu, maka total kasus positif di Sulsel sudah mencapai 222. Sehari sebelumnya tercatat 178 dengan dengan sebaran di 11 kabupaten kota. Kasus positif terbanyak berada di Makassar, Gowa, Maros, dan Sidrap.

Selain itu, ada juga pasien yang dinyatakan sembuh. “Ini memberi optimisme kepada kita bahwa pasien yang terjangkit virus corona bisa kita sembuhkan,” kata Achmad Yusiranto, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (12/4).

Sementara data di laman Covid19 Provinsi Sulsel (covid19.sulselprov.go.id) melansir dari 222 pasien positif 30 (13,5%) berstatus sembuh, meninggal dunia 16 (,2%) dan masih dirawat 176 pasien.

Masih di laman Covid19 Provinsi Sulsel juga melansir jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.672 terdiri dariĀ  1424 (53.3%) masih proses pemantauan, 1.248 (46.7%) selesai pemantauan.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 382, sebanyak 236 (61.8%) masih diirawat dan 125 (32.7%) dinyatakan sudah sehat, dan meninggal 21 oramg (5.5%).

Achmad Yurianto mengatakan, sejauh ini DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak, yaitu 2.044 jiwa per 12 April.

Baca: 4 Zona Merah di Sulsel Terjadi Lonjakan Positif COVID-19

Disebutkan, berdasarkan data yang terkonfirmasi hingga Minggu 12 April, DKI Jakarta masih tertinggi yaitu yaitu 2.044 jiwa. Setelah DKI Jakarta, ada Jawa Barat dengan 450 pasien positif, Jawa Timur dengan 386 pasien, Banten dengan 281 pasien, Sulawesi Selatan 222 kasus, dan Jawa Tengah dengan 200 pasien.

Data Gugus Tugas juga merincikan lima kasus positif di Aceh, Bali 81 kasus, Bangka Belitung empat kasus, Bengkulu empat kasus, DI Yogyakarta 41 kasus.

Kemudian empat kasus di Jambi, Kalimantan Barat 13 kasus, Kalimantan Timur 35 kasus, Kalimantan Tengah 24 kasus, Kalimantan Selatan 34 kasus, Kalimantan Utara 16 kasus.

Di Kepulauan Riau 21 kasus, NTB 37 kasus, Sumatera Selatan 21 kasus, Sumatera Barat 44 kasus, Sulawesi Utara 17 kasus, Sumatera Utara 65 kasus, Sulawesi Tenggara 16 kasus, NTT dan Gorontalo masing-masing satu kasus.

Selanjutnya Sulawesi Tengah 19 kasus, Lampung 20 kasus, Riau 16 kasus, Maluku Utara dan Maluku masing-masing dua dan 11 kasus, Papua Barat tiga kasus, Papua 63 kasus dan Sulawesi Barat lima kasus. (*)

Leave a Reply