Pemkot Palu Segera Salurkan Stimulan Rumah Rusak Rp789 M

Walikota Palu Hidayat

Pemerintah Kota Palu segera menyalurkan dana stimulan untuk 38.805 rumah rusak akibat bencana gempa. Totalnya Rp789 miliar sudah ada di Bank Sulteng.

PALU, NEWSURBAN.ID – Walikota Palu Hidayat akan mempercepat penyaluran dana stimulan rumah rusak ringan, sedang, dan rusak berat sebelum deadline.

Hidayat mengatakan, dana untuk rumah rusak sebanyak 38.805 sesuai SK Walikota Palu, dananya sekitar Rp789 miliar sudah siap di Bank Sulteng sebagai bank penyalur.

Hanya saja dari jumlah rumah rusak tadi, khusus yang rusak ringan dan rusak sedang tidak lagi menggunakan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Keputusan itu berdasarkan hasil konsultasi Walikota dan Kepala Bappeda Kota Palu dengan Kemendagri di Jakarta.

Baca: Darurat COVID-19, Pemkot Palu Ubah Metode Penyaluran Stimulan Dua dan Huntap

“Hasil kesepakatan kami bahwa RAB sudah ditiadakan. Ini diganti hasil assessment. Hasil assessment itulah yang merupakan RAB sebagai pertanggungjawaban kita, karena sudah menentukan status rumah rusak ringan, sedang, dan berat,” kata Hidayat.

Menurut Walikota perubahan RAB menjadi assesmen karena RAB membuat lama proses penyaluran dana stimulan. Sehingga dengan ditiadakannya RAB, penyalurannya semakin cepat, walaupun tetap ada tahapan-tahapan yang dilakukan.

“Yang bikin lama kemarin, buat RAB. Nah itu kita potong skema membuat RAB itu. Ini semakin cepat tapi bukan berarti secepat ‘peluru’ tetap ada tahapan-tahapan yang dilakukan mulai dari data, cek kebenaran datanya, hingga dicek lagi persyaratannya. Tetap butuh waktu,” ungkapnya.

Baca: Pemkot Palu Berlakukan Jam Malam di Pintu Keluar

Walikota menyatakan penyaluran dana tersebut jangan sampai lewat bulan Juni 2020, karena Pemerintah Pusat memberikan batas waktu hanya sampai bulan Juli 2020.

“Saya ingin percepatan. Kalau penyaluran dana stimulan ini lambat, maka Pemkot akan menanggung biaya operasionalnya sendiri. Karena biaya operasional di dalam penyaluran dana ini ada Rp31 miliar lebih yang dikasih dalam bentuk hibah kepada Pemkot Palu. Nah Pemkot menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk Bansos,” jelasnya.

Meski demikian, kata Hidayat, ada kendala-kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satunya antara lain yakni dari hasil assessment ada rumah-rumah warga yang masuk dalam Zona Rawan Bencana IV atau Zona Merah.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu Muhammad Issa Sanusi.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu Muhammad Issa Sanusi menyatakan , persentase dana stimulan yang sudah cair adalah 22% dari total anggaran Rp789 miliar. “Total terakhir sekitar 11.400 KK sudah selesai dalam proses pencairan dananya,” katanya.

Menurutnya, penyaluran dana stimulan ini tidak lama, namun tetap ada proses yang dilakukan sesuai mekanisme akutansi. “Sistematikanya tetap satu warga satu SP2D dalam keuaangan. Setelah SP2D keluar dari keuangan akutansi, dia akan distribusikan ke BPD dalam hal ini Bank Sulteng. Setelah itu BPD akan menyalurkan ke masyarakat melalui BPD juga bersama Lurah dan kami BPBD. Sebenarnya tidak lama,” ujarnya. (yusuf)

Leave a Reply