PSBB Belum Diusulkan Warga Nunukan Sudah Cemas

Kabag Humas Protokol Pemkab Nunukan Hasan Basri. (ist)

Netizen Kabupaten Nunukan mulai mencemaskan dampak PSBB. Padahal Pemkab Nunukan belum mengajukan usulan ke Kemenkes.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Kabag Humas Protokol Pemkab Nunukan Hasan Basri mengatakan, sampai saat ini Pemkab Nunukan belum mengajukan surat ke Kemenkes. Sebab jumlah kasus Covid-19 yang ada di Kabupaten Nunukan belum bisa memenuhi syarat untuk mengajukan PSBB ke Kemenkes.

Dia menyebutkan, data Tim Gugus Tugas Covid-19 Nunukan, Sabtu siang 18 April 2020 total ada 9 orang yang terkonfirmasi positif  Covid-19 dari tes swab dari BBLK Surabaya.

Karena itu keresahan masyarakat tentang usulan dan pemberlakuan  PSBB di Nunukan menurut Hasan Basri yang juga Jubir Bupati Nunukan belum bisa  memberlakukan PSBB di Nunukan.

Baca: Positif COVID-19 Kaltara Bertambah 8, Lima Kasus Baru di Kabupaten Nunukan Tiga Malinau

“Untuk memberlakukan PSBB di Nunukan belum bisa kita berlakukan, karena harus sesuai syarat dan ketentuan berlaku apakah nanti disetujui atau tidak  tentu di ajukan terlebih dahulu ke Kementerian Kesehatan,” kata Hasan, Sabtu 18 April.

Hasan menjelaskan, dampak sosial stay at home bagi masyarakat, Pemkab Nunukan mengaku masih melakukan pendataan orang yang layak menerima program sembako gratis.

Baca: Gubernur Kaltara Sebut Tarakan dan Nunukan, Prioritas Utama Penanganan Covid-19

“Pemerintah daerah masih melakukan pendataan bagi masyarakat yang layak menerima bantuan sembako dan itu nanti dari dinas terkait yang menjalankan dan melakukan pendataan, jangan sampai nanti tidak tepat sasaran,” jelas Hasan.

Sementara itu program yang sudah berjalan dari Pemkab Nunukan adalah PDAM Gratis serta program gerakan 5000 masker gratis yang diberikan ke masyarakat dari masing-masing camat yang akan mengkordinir secara langsung.

“Untuk sementara ini program yang sudah berjalan adalah pembagian air gratis dari PDAM  kemudian program pembagian masker gratis kepada masyarakat, nanti secara berkelanjutan masker gratis dikordinir oleh camat setempat yang menggerakkan UMKM didaerah untuk membuat masker dan membagikannya ke masyarakat,” terangnya. (arung)

Leave a Reply