PSBB Diterapkan di Makassar, Ribuan TNI dan Polri Diturunkan Jaga Perbatasan

Ilustrasi Penjagaan Ketat (IST)

Penerepan PSBB ini guna menekan laju penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dilakukan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penerepan PSBB ini guna menekan laju penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Untuk masalah keamanan ribuan personel TNI, Polri dan petugas pemerintah diturunkan untuk menjaga wilayah perbatasan kota Makassar.

Baca juga: Menkes Terawan Tetapkan PSBB di Kota Makassar

Adapun penjagaan beberapa titik perbatasan yang ada di Kota Makassar diantaranya perlimaan bandara, Tamalanrea-Poros Pamanjengan, Jalan Tamangapa-Gowa, Jalan Aroepala Hertasning-Gowa, Jembatan Barombong dan perempatan Jalan Alauddin – Malengkeri – Syeikh Yusuf Gowa.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah mempersiapkan beberapa langkah teknis untuk mendukung tim gugus tugas dalam mengamankan PSBB tersebut, berupa pemberlakukan sistem pengamanan kota dengan melakukan pola preventif dan represif.

Baca jugaPSBB Makassar, Begini Tahapannya

“Kita juga juga membuat berupa pos-pos di beberapa wilayah dan penggal-penggal jalan untuk membatasi gerak masyarakat, jumlah personel polisi itu dari Polrestabes 810 personel, dari Polda 390 personel, totalnya 1.200 personel,” jelas Ibrahim Tompo via seluler, Sabtu (18/4/2020).

Lebih jauh Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan, seluruh unsur pengamanan tersebut masih dilakukan secara humanis, namun jika sudah diterapkan PSBB dan masih ada warga yang tak menaatinya maka itu merupakan unsur pidana.

“Ya kepada masyarakat Makassar kami himbau agar nantinya mentaati aturan pelaksanaan PSBB ini, kami juga sampaikan bagi yang melanggar, Sesuai Protokol Kesehatan dan Aturan Karantina Kesehatan No. 6 /2018, akan di proses pidana,” ungkapnya.

Baca juga: Gubernur NA Minta Walikota Segera Terbitkan Perwali PSBB di Makassar

Pihaknya juga akan intens melakukan patroli dan pengecekan terhadap pembatasan kegiatan-kegiatan masyarakat. Tentunya setelah melakukan sosialisasi kepada masyarakat selama empat hari kedepan, mulai dari physical distancing hingga penggunaan masker dalam beraktivitas.

Meski demikian masyarakat diimbau tidak panik selama pemberlakuan PSBB di Kota Makassar dan mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. (*)

Leave a Reply