22 April HUT Kalimantan Utara? Inisiator Ungkap Fakta Sejarahnya

Ini fakta sejarah perjuangan mahasiswa Kalimantan Utara hingga provinsi di ujung utara Pulau Kalimantan itu berdiri. (dok)

Perjuangan pendirian Provinsi Kalimantan Utara punya sejarah sendiri. Sejarah yang utuh dan terangkai dalam alur gerakan mahasiswa, pelajar yang berkesinambungan dan terus-menerus hingga Provinsi Kalimantan Utara berdiri otonom dalam bingkai NKRI.

TARAKAN, NEWSURBAN.ID – Dr Ismit Mado ST, MT sebagai salah satu inisiator lahirnya SPMKU dan pendobrak sejarah Kaltara menjelaskan, SPMKU adalah organisasi Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Bagian Utara yang mengawal komunike pelajar mahasiswa utara di Malang Raya.

“Jadi pada tanggal 21 nopember 1999 lahir komunike/pernyataan sikap keinginan membentuk kaltara, komunike ini ditandatangani 96 pelajar mahasiswa dan simpatisan pelajar di malang,” jelasnya, Selasa 21 April 2020.

Guna menguatkan wacana Kalimantan Utara didirikan SPMKU tanggal 28 November 1999 yang kemudian melakukan sosialisasi ke daerah, Jakarta, dan Samarinda,  atas surat dan pernyataan komunike yang dikirimkan ke Jakarta, Samarinda dan ke daerah utara waktu itu.

“Mahasiswa dari Berau, Bulungan, Tarakan, dan Nunukan  yang mewakili tanda tangan komunike dan juga yang mewakili pengurus organisasi. Perjuangan sejak organisasi didirikan kita bersurat ke Jakarta, Samarinda dan daerah, awal Januari 2000 bergerak sosialisasi ke daerah Utara,” ungkap Ismit.

Selain sosialisasi mahasiswa juga melakukan konsolidasi antarmahasiswa, sehingga lahirlah SPMKU Jogja dan FKPM  Kaltara di Semarang serta  Perwakilan Mahasiswa Makassar.

“Jadi singkatnya organisasi SPMKU  memfasilitasi pertemuan diskusi di Malang 30 Oktober 2000 bertempat di Hotel Pelangi dan dilanjutkan pertemuan mahasiswa di Tanjung Selor bulan Februari 2001,” bebernya.

Ismit mengatakan, perjuangan ini murni tumbuh dari elemen masyarakat Kalimantan Utara pada saat itu.

“Ada elemen mahasiswa utara, ada elemen pemuda, elemen masyarakat, ormas, DPRD kabupaten dan kota di utara Kaltim, dari anggota DPRD Kaltim dapil utara Kaltim, dan Pemerintah Daerah kabupaten dan kota di utara Kaltim.Elemen masyarakat ini bercita-cita murni menuju masyarakat Kalimantan Utara yang sejahtera,” terang Ismit.

Menurutnya, Kaltara tak akan lahir tanpa perjuangan ini. Dan fakta kebenaran sejarah mengungkapkan sejarahnya sendiri. Karena itu, kata Ismit, perjuangan ini perlu menjadi momen sejarah dan semangat hidup masyarakat Kaltara.

“Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah perjuangan ini yang layak diperingati sebagai Hari Jadi atau HUT Provinsi Kalimantan Utara dan bukan saat Pj. Gubernur dilantik pada tanggal 22 April 2013,” ujarnya.

Meluruskan sejarah, Ismit minta Pemprov dan DPRD Kaltara arif dan bijak melihat sejarah otentik lahirnya Kaltara. “Sampai hari ini Perdanya belum diketok DPRD Provinsi Kaltara apakah mereka tetap memparipurnakan HUT tersebut dengan berpegang pada Pergub atau melihat fakta sejarah yang sebenarnya? semoga DPRD Kaltara bisa melihat ulang sejarah yang teman-teman sudah perjuangkan, semua itu kami punya bukti yang otentik,” tegasnya.  (arung)

Leave a Reply