Pemkab Nunukan Salurkan Bantuan Warga Terdampak COVID-19 Awal Ramadhan

Jubir Bupati Nunukan Hasan Basri. (humas)

Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan bantuan untuk warga terdampak COVID-19 akan dibagikan minggu pertama Ramadhan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Kabupaten Nunukan menyalurkan voucher belanja senilai Rp600.000 kepada warga yang ekonomiya terdampak COVID-19.

Jubir Bupati Nunukan Hasan Basri menerangkan, alokasi tersebut untuk masyarakat terdampak disalurkan minggu pertama Ramadhan bekerjasama dengan pihak Perbankan melalui program e-warung.

“Pemkab Nunukan telah menggandeng Bank Mandiri, dimana voucher akan ditukar di toko yang masuk dalam daftar konten e-warung yang dimiliki Bank Mandiri dan ada sekitar 89 warung yang ditunjuk sebagai agen atau distributor dalam melayani penukaran voucher belanja,” bebernya.

Baca: Dampak COVID-19 PT SS PHK 18 Buruh, SBSI Nunukan Desak Perusahaan Bayar Pesangon

Toko toko tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. “Rinciannya, Kecamatan Nunukan sebanyak 43 rekanan, kecamatan Sebatik ada 34 rekanan, dan kecamatan Sebuku, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis dan Lumbis Ogong 12 rekanan,” terang Hasan.

Sedangkan pembagian perdana, ada sekitar 4000 keluarga sasaran yang akan mendapatkan voucher tersebut. “Sementara ini yang fix ada 237 KK, minggu pertama dan pembagian perdana kita targetkan 4000 KK,”ujarnya,

Baca: Karnain Kornilius Anggota DPRD Nunukan Monitoring Proyek Jalan di Wilayah III

Bahan pokok yang bisa dibelajankan dengan menggunakan Voucher tersebut ialah bentuk khusus.

“Pembelanjaan khusus Sembako dan telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan item beras, telur, gula pasir, mie instan, minyak goreng, teh/kopi,” ujarnya.

Baca: Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid. SE, MM, Perempuan Perkasa di Perbatasan RI Malaysia

Hasan menjelaskan, keterlibatan perseroan dalam penyaluran program Bansos ini, sebagai wujud dukungan perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, selain itu akan memastikan data penerimanya agar akurat dan tidak ganda.

“Kita masih pastikan kembali jumlah penerima, memang pendataan oleh Dinas Sosial agak lama karena kita tak mau ada tumpang tindih penerima atau ada data ganda yang bakal menimbulkan kecemburuan masyarakat,” tegasnya.

Baca: PSBB Tarakan, Deddy Sitorus Bilang Gubernur Kaltara Seharusnya Peduli

Sebagaimana dijelaskan, penerima voucher adalah masyarakat yang tak terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), ataupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Data Dinas Sosial Kabupaten Nunukan mencatat, ada 8.095 KK penerima BPNT, sebanyak 5.461 KK penerima PKH di kabupaten Nunukan merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca: Bukan PSBB, Bupati Nunukan Keluarkan Surat Edaran “Terapkan” Jam Malam

“Data non PKH dan BPNT 8.595 KK, itu yang akan menerima voucher, pendataan dilakukan per kecamatan dari lurah dan RT, dan nantinya kita evaluasi jika terdapat kesalahan dilapangan,” ungkapnya.

Apalagi Bank Mandiri adalah salah satu Bank perseroan yang selama ini berkerjasama dengan Pemerintah dalam penyaluran program Keluarga Penerima Manfaat (KPM), baik dalam skema Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). (arung)

Leave a Reply