Jeritan Mahasiswa Kaltara di Tanah Rantau, Ketua DPRD Minta Pemprov Lakukan Sesuatu

Politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD Kalimantan Utara Norhayati Andris. (ist)

Kabar memprihatinkan dialami sejumlah mahasiswa asal Kalimantan Utara yang menempuh pendidikan di berbagai daerah. Kondisi mereka memprihatinkan. Ketua DPRD Norhayati meminta Pemprov Kaltara memberi perhatian.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Kondisi mahasiswa Kalimantan Utara baik berada di luar Kaltara seperti Jawa Timur, Makassar, Tarakan, Samarinda, Jogjakarta, Jakarta selama kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sebagian mahasiswa Kaltara yang berada di Jawa Timur kesulitan mencari makan dan tidak dapat pulang karena terbentur biaya.

David, salah satu mahasiswa angkatan 2019 Universitas Muhammadiyah Malang asal Kaltara mengaku tidak bisa pulang. “Udah jarang makan tiga hari sekali. Semenjak wabah COVID-19 kami hanya makan sehari sekali,” katanya saat dihubungi Via Seluler, Selasa 28 April 2020.

Baca: Bantu Warga Terdampak COVID-19, Ketua DPRD Kaltara Bilang Lakukan Aksi Jangan Nato

Begitu juga dengan Johari yang berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Kota Tarakan angkatan 2016 tidak dapat pulang ke rumah orangtuanya karena terisolasi PSBB. Belum lagi kondisi orang tua yang kurang mampu makin terhimpit akibat dampak wabah COVID-19.

“Saya harap ada perhatian dari Pemerintah baik dari Provinai maupun daerah melihat kondisi anak-anak mahasiswa yang tidak bisa berbuat banyak, jujur kami juga makan sehari sekali. Masih adakah rasa peduli pemerintah terhadap kondisi kami,” katanya.

Baca: Evaluasi LKPj Gubernur, Ketua DPRD Kalimantan Utara Bilang Segera Bentuk Tim Monitoring

Senada dengan jeritan mahasiswa Kaltara yang tidak bisa pulang Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris mengatakan miris melihat kondisi anak-anak mahasiswa kita yang tidak bisa pulang dan tidak dapat menikmati mudik, baik itu yang ada di kota Tarakan yang ada d Jawa dan Sulawesi.

“Mereka pasti kesulitan karena dampak ini pasti terasa sekali bagi mereka, mungkin ada anak-anak yang orangtuanya di phk ada juga orangtuanya pedagang, ada yg buruh, nah sebaiknya mereka di pantau dan di inventarisir kaadaan mereka, jujur banyak yang menghubungi saya, terkait mohon Bantuan pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan pemerintah kabupaten /kota asal anak mahasiswa ini,” beber Norhayati.

Baca: 510 Warga Kalimantan Sudah Terpapar COVID-19

Maka dari itu norhayati meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk peduli terhadap kondisi mahasiswa tersebut.

“Harap sekali ada pos anggaran yang diberikan dari Pemprov, Pemkot dan Pemkab yang bisa di pakai untuk membantu anak mahasiswa kita yang di luar,” pungkasnya. (arung)

Leave a Reply