Ketua DPRD Nunukan Minta Etika Komunikasi Anggota DPRD Dijaga

Ketua DPRD Nunukan Rahma Leppa Hafid menghadiri vodeo conference bersama Pemkab Nunukan dan pemerintah pusat, Kamis 30 April 2020. (ist)

Guna memperjelas Polemik tidak dilibatkannya DPRD oleh Pemda Nunukan dalam pembahasan refocusing anggaran sebesar Rp73 miliar terus menjadi sorotan Nitizen di media Facebook.

NUNUKAN,NEWSURBAN.ID – Ketua DPRD Nunukan Rahma Leppa Hafid mengatakan, terkait sorotan Nitizen tersebut merasa khawatir. Kamis 30/042020

“Saya khawatir publik digiring tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Berita itu tidak benar adanya, saya sudah beberapa kali menghadiri rapat melalui Virtual Video Converence (Vicon) pemberitahuan dan undangan dari Pemda Nunukan saya selaku ketua DPRD yang hadiri sendiri, kita bersama Pemda rapat dengan kementerian keuangan dan kementerian dalam negeri, jadi jelas ya ada keterlibatan DPRD Nunukan, jangan langsung main pelintir,” tegas Leppa.

Rapat tersebut sifatnya darurat dan perintah Presiden langsung, Leppa mengatakan laporan lengkap penggunaan anggaran penanganan COVID-19 dari Pemda Nunukan secara tertulis dengan lengkap baru diterima.

“Rapat kemarin itu mendadak dan darurat. Jelas itu perintah Presiden untuk cepat tanggap menangani persoalan COVID-19 di setiap daerah dan saya baru menerima sore hari ini laporan dari pemda Nunukan, nantinya akan saya komunikasikan ke anggota DPRD lainnya,” bebernya.

Selain itu ia menambahkan tidak ada masalah DPRD dengan Pemda Nunukan, sesuai tupoksi kami tetap melakukan fungsi pengawasan. kami tetap dilibatkan dan Etika Komunikasi DPRD itu juga harus dijaga jangan sampai memperkeruh kondisi.

“Kami tidak ada masalah dengan Pemda Nunukan kami tetap jalan sesuai tupoksi di DPRD. Saya pertegas etika komunikasi unsur pimpinan DPRD itu harus dijaga, jangan sampai memperkeruh suasana ditengah kondisi COVID-19 membuat semua orang panik. Sudah semestinya itu di komunikasikan dulu ke internal, kalau mau berpendapat atas nama pribadi, fraksi atau partainya silahkan itu sah saja,” pungkasnya. (arung)

Leave a Reply