Beroperasi di Masa PSBB, Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni: Cabut Izin Usahanya

Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan Anton Paul Goni. (ist)

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar dinilai sejumlah kalangan tidak tegas. Masih banyak yang membandel walau sudah berkali-kali diperingati.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDI Perjuangan Anton Paul Goni, melihat banyaknya pelaku usaha yang tidak patuh terhadap aturan PSBB di Kota Makassar sehingga mata rantai Pandemi Covid 19 tidak akan pernah putus, anggota Komisi A ini meminta kepada PJ Walikota untuk menindak tegas pelaku usaha yang bandel Selasa (5/5/20).

Seperti yang kemarin beredar di media sosial keributan terjadi di Toko New Agung antara Satpol PP dan pihak Toko Agung, Anton yang juga Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Makassar meminta Pj Walikota untuk tegas dalam melakukan penindakan terhadap beberapa dunia usaha yang dilarang buka selama PSBB.

Baca: DPRD Makassar Minta Penyaluran Sembako Dikebut

“Bukan cuma Toko New Agung, Toko Bintang juga dan tempat-tempat yang membandel dan tidak menunjukan sikap taat, harus diberikan tindakan tegas,” ujarnya.

Menurutnya, ini menunjukan kegagalan sosialisi, edukasi dan pengawasan dari PJ Walikota. Bahkan sekarang timbul kesan di Masyarakat Kota Makassar, bahwa tempat-tempat yang masih buka mendapat back up sehingga berani tetap membuka usaha.

Baca: DPRD Makassar Minta Pemkot Transparan Terkait Penggunaan Anggaran Sembako dan Bantuan Swasta Untuk COVID-19

“Saran saya jika tetap membandel , segera cabut izin usaha dari usaha yang telah di beri peringatan untuk tutup selama PSBB,” tegasnya.

Menurutnya sikap tegas tanpa pandang buku ini untuk membuat efek jera dan juga membuat masyarakat merasa ada keadilan dan penegakan aturan telah berlangsung. “Jangan tumpul kalangan tertentu sementara tajam di kalangan bawah,” ujarnya.

Baca: Rp450 Miliar Penanganan COVID-19, DPRD Makassar Minta Harus Tepat Guna

Dia mengatakan, evaluasi PSBB selama ini terlihat PJ Walikota seperti tidak dapat memanage dengan baik. PSBB tidak diikuti dengan kesiapan dan keteraturan sehingga berjalan tidak seperti diharapkan.

Kata dia, di mana-mana keliatan dengan kasat mata, pelanggaran ini terjadi. PJ Walikota kata dia lagi tidak punya wibawa dalam memimpin Kota Makassar, sangat disayangkan serta kesan abai dan tidak paham apa yang harus dikerjakan.

Baca: Bamus DPRD Makassar Sepakat Paripurna LKPJ Melalui Zoom

“Saya berharap Pemkot Makassar dapat bersikap tegas tapi tetap dalam koridor selaku pengayom masyarakat. Kalau ada yang melanggar, beri teguran, kalau masih melanggar juga, cabut izin usahanya. Dengan bukti-bukti yang telah kasat mata,” ujarnya.

Sementara itu Raisuljaiz Pengurus teras DPC PDI Perjuangan Kota Makassar yang sangat menyayangkan kejadian di salah satu toko yang tetap buka dan terkesan mengakali aturan. Dia meminta aparat yang mungkin kesal menghadapi hal itu tetap menjaga norma-norma kesantunan.

Baca: DPRD Makassar Sepakat Alihkan Dana Reses ke Penanggulangan Covid-19

“Mengambil cara-cara elegan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi di lapangan. Memang siapa yang tidak kesal bahkan jengkel, tapi ini bulan suci Ramadhan, tegas tapi tetap menjaga kesantunan,” pungkas Kepala BP Pemilu PDI Perjuangan Kota Makassar. (#)

2 thoughts on “Beroperasi di Masa PSBB, Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni: Cabut Izin Usahanya

  1. Pingback: DPRD Makassar Nilai PSBB Jilid II Jatuhkan Martabat Pemerintah | Newsurban

  2. Pingback: Sosper, Anton Paul Goni Ingatkan Orang Tua Tidak Abaikan Anak | Newsurban

Leave a Reply