Wali Kota Palu Minta Huntap Tondo Dilengkapi Fasilitasnya Sebelum Dihuni

Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si

“Saya tidak akan setuju memasukkan mereka (penyintas bencana, red) ke Huntap, kalau fasilitas di dalamnya belum terpenuhi, yang paling krusial adalah persoalan air,” tegas Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si melalui Video Conference di Ruang Kerja Wali kota Palu, Rabu (06/05/2020).

PALU, NEWSURBAN.ID – Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si minta kepada pihak yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, agar fasilitas pembangunan Hunian Tetap (Huntap) 1 tondo, Kota Palu dilengkapi setelah para korban Bencana Gempa Bumi, Lukuifaksi dan Tsunami menempatinya.

Hal itu dikatakan dalam rapat koordinasi secara daring dengan pihak yayasan Budha Tzu Chi indonesia melalui Video Conference di Ruang Kerja Wali kota Palu, Rabu (06/05/2020).

Baca juga: AHA Center Serahkan 75 Huntap Tondo ke Pemkot Palu Melalui Vicon

“Saya tidak akan setuju memasukkan mereka (penyintas bencana, red) ke Huntap, kalau fasilitas di dalamnya belum terpenuhi, yang paling krusial adalah persoalan air,” tegas Hidayat.

Menurutnya, masyarakat sudah ingin masuk ke Huntap. Namun kata Hidayat, masih ada kendala-kendala yang dihadapi, khususnya terkait fasilitas yang menjadi kewenangan Kementerian PUPR.

“Jangan karena mau cepat, akhirnya menimbulkan masalah. Kita memeriksa betul kesiapan-kesiapan kita. Mudah-mudahan ada solusi terbaik. Kalau kita paksa mereka masuk pada bulan Puasa ini. Mari kita maksimalkan betul pekerjanya. Terutama masalah air,” ungkapnya.

Baca juga: Darurat COVID-19, Pemkot Palu Ubah Metode Penyaluran Stimulan Dua dan Huntap

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP2W Sulteng Kementerian PUPR berkomitmen akan memaksimalkan pemenuhan fasilitas air dalam sepekan kedepan.

“Pengambilan air di Sulawesi ini tidak mudah. Tapi prinsipnya kita upayakan. Terhitung tujuh hari mulai hari ini, kita coba maksimalkan,” ujarnya.

Baca juga: Listrik 475 Huntap Tondo Sudah Terpasang

Dengan demikian upaya pemenuhan fasilitas Huntap I kelurahan Tondo ini akan kembali dievaluasi pekan depan oleh Wali kota Palu bersama pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Rapat tersebut juga diikuti Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulteng Kementerian PUPR, Ferdinand Kana Lo tersebut membahas tentang upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di kota Palu.

Dan turut serta dalam mengikuti rapat tersebut yakni Kepala BPBD kota Palu, Kepala Dinas PU kota Palu, serta beberapa pimpinan OPD terkait lainnya. (Humas kota Palu/*).

Leave a Reply