OPINI: Luwu Timur Belum Butuh Nasi Bungkus!

Suaib Laibe

NEWSURBAN.ID – PANDEMI Covid-19 yg melanda hampir seluruh negari di belahan bumi ini adalah sebuah bencana non-alam yang disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non-alam berupa epidemi atau wabah penyakit.

Bencana non-alam Covid-19 adalah bencana yg berbeda dengan bencana alam atau bencana yg disebabkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus banjir, tanah longsor, abrasi, putung beliaung, dan kebakaran hutan, yg menyebabkan kerusakan atau kehilangan harta benda dan kerusakan lingkungan atau muka bumi.

Orang atau korban yang terdampak Pandemi Covid-19 ini tak ada yg kehilangan harta benda atau lingkungan di sekitarnya yg rusak akibat wabah ini. Rumah-rumah mereka masih tetap berdiri kokoh, alat dapur utk masak memasak, alat makan & minum mereka tak sebiji pun yg hilang. Pemenuhan air bersih mereka pun juga masih normal & terkendali.

Baca juga: Dana Rp35 Miliar Cegah Corona, Angka Positif Kian Bertambah di Luwu Timur

Warga Luwu Timur hanya kehilangan mata pencaharian. Hanya roda ekonomi & penghasilan mereka yg mandeg karena harus #dirumahsaja, tidak boleh ke mana-mana.

Luwu Timur bukan kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Makassar, dll, di mana banyak orang & gelandangan yg harus hidup di jalan, tidur di emperan toko & di kolong jembatan. Di Luwu Timur tak ada warga yg harus tidur di luar rumah karena terusir oleh pemilik kost akibat tak kuasa lagi membayar sewa kost atau kontrakan krn kehilangan pekerjaan, sehingga harus dibagikan Nasi Bungkus.

Warga Luwu Timur belum butuh Nasi Bungkus yg diolah dari sebuah Dapur Umum Lapangan (Dumpla) lalu dibagi-bagikan kpd mereka di tepi jalan. Karena warga Luwu Timur sama sekali tidak kesulitan utk sekedar memasak bahan makanan yg akan dikonsumsi.

Baca juga: Bupati Husler Ikut Bagikan Nasi Kotak ke Tukang Ojek

Pada fase Tanggap Darurat ini, warga Luwu Timur hanya butuh Sembilah Bahan Pokok alias Sembako utk mereka olah & masak sendiri di rumah masing-masing. Apalagi memang pemenuhan Sembako itu adalah konsekwensi yg harus ditanggung oleh pemerintah dalam menjawab status Tanggap Darurat yg sudah ia tetapkan.

Dalam kondisi darurat ini pemerintah harus bertanggung jawab dalam meringankan penderitaan rakyatnya yg berdiam di rumah masing-masing akibat dampak bencana Wabah Covid-19, dgn memberi jaminan SEMBAKO bukan NASI BUNGKUS__!!

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana ditegaskan, pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi:

1) Penjaminan pemenuhan hak masyarakat & pengungsi yg terkena bencana sesuai dgn standar pelayanan minimum.

2) Perlindungan masyarakat dari dampak bencana.

3) Pengurangan risiko bencana & pemaduan pengurangan risiko bencana dgn program pembangunan.

4) Pengalokasian dana penanggulangan bencana dalam APBD yg memadai.

Penulis: Suaib Laibe Penggiat Kemanusiaan Luwu Timur

Leave a Reply