Bidan Cantik Ini Dedikasikan Dirinya Jadi Perawat Pasien COVID-19

Rirhy Ola Mengkido, bidan cantik 27 tahun Rumah Sakit Madani Kota Palu memakai APD lengkap (kiri) dan tanpa APD. (yusuf)

Atas niat besar menjadi relawan untuk menolong sesamanya, pada saat Direktur Rumah Sakit Madani mengumumkan bahwa dirinya masuk dalam Tim Covid. Walaupun hal itu pekerjaan menantang bagi nyawanya, tapi prinsipnya bagaimana bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

PALU, NEWSURBAN.ID – Mungkin agak sedikit rancu jika kalian mendengar ada seorang Bidan yang mau jadi Perawat. Terlepas dari bidang keilmuannya seorang Bidan ini ingin terjun langsung mendedikasikan sepenuh waktunya untuk merawat pasien COVID-19.

Namanya Rirhy Ola Mengkido Bidan cantik ini berusia 27 tahun bekerja di Rumah Sakit Madani. Motivasinya ingin merawat Pasien terpapar COVID-19 atas panggilan hati nurani.

COVID-19 atau Virus Corona sudah dikenal sebagai virus yang mematikan sudah menelan korban jiwa di Dunia berkisar 200 ribu. Tapi, seorang Rirhy berprofesi seorang Bidan tidak menyurutkan niatnya untuk merawat pasien COVID-19. Bahkan, di Rumah Sakit tempatnya bekerja, tak semua tenaga kesehatan berani siap terjun langsung.

Baca juga; Mengharukan! Curhatan Stenlly Ladee, Mantan Jurnalis Positif Covid-19 Dari Ruang Isolasi RSU Madani Palu

Atas niat besar menjadi relawan untuk menolong sesamanya, pada saat Direktur Rumah Sakit Madani mengumumkan bahwa dirinya masuk dalam Tim Covid. Walaupun hal itu pekerjaan menantang bagi nyawanya, tapi prinsipnya bagaimana bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

“Bukan suatu kebetulan. Tapi ini adalah kesempatan kepercayaan Tuhan untuk saya ikut terlibat. Selama bisa jadi berkat terjun langsung jadi dampak bagi pasien Covid-19, kenapa tidak? Saya kira dengan semua ini, Tuhan punya maksud tujuan tersendiri untuk saya,” kata Rirhy Ola kepada Newsurban.id, Minggu (10/05/2020).

Rirhy Ola Mengkido Bidan cantik ini berusia 27 tahun bekerja di Rumah Sakit Madani

Rirhy Ola Mengkido Sapaan Rirhy bagi teman sejawatnya di Rumah sakit, mengaku dirinya bersyukur bisa di beri kesempatan oleh pemimpin rumah sakit, untuk bekerja bisa melayani Pasien COVID-19 terjun langsung menjadi bagian dari tim medis COVID-19 RSU Madani Palu.

“Awalnya, saya tidak pernah sama sekali punya pikiran akan dipilih oleh dirut untuk dengan tim Covid-19 menangani pasien terpapar corona. Tapi saya bersyukurlah meskipun awalnya saya takut tapi setelah beberapa hari ini, ketakutan itu tidak ada lagi dan saya sudah benar-benar yakin ini adalah kesempatan untuk saya menjadi dampak bagi sesama saya, khususnya pasien covid,” tuturnya.

Baca juga: Isi Curhatan Bidan di Luwu Timur Hasil Rapid Testnya Positif COVID-19

Saat ditanya bagaimana rasa takutnya awal tahu kalau dia terpilih bakal ikut jadi bagian dari Tim Covid. Rirhy menjawab, dia memang tidak pungkiri rasa takut pasti ada dan aga ragu karena pemahamannya selama ini dari berita-berita tentang para tenaga medis yang gugur saat bertugas. Dan itu menakutkan seakan kabar kejamnya virus corona menciutkan nyalinya.

“Tidak saya pungkiri sudah banyak berita tentang kabar teman-teman medis yang terpapar langsung virus corona saat bertugas dan tidak sedikit dari mereka kehilangan nyawa saat menjalankan tugas mulia ini tapi ketakutan akan tetap ada dan tidak bisa saya hilangkan dan hanya bisa saya lawan, saya pikir tujuan saya bukan untuk mati tapi demi alasan kemanusiaan,” pungkas wanita beradah campuran Poso Napu itu.

Rirhy Ola Mengkido Bidan cantik ini berusia 27 tahun bekerja di Rumah Sakit Madani

Lebih jauh, saat ditanyai bagaimana tanggapan keluarga saat tahu dia akan terlibat dengan tim covid, dia mengatakan keluarganya mendukung dan tidak ada larangan bahkan keluarganya hanya berpesan tetap hati-hati dan andalkan Tuhan.

“Pas keluarga tahu, saya tidak ada larangan sedikit pun, tapi mereka hanya katakan jika saya yakin dan mampu, yah jalani saja mungkin ini adalah bagian mu untuk terlibat melayani orang-orang yang membutuhkanmu di masa pandemi ini, dan mereka hanya berpesan tetap hati-hati dan selalu mengandalkan Tuhan,” ungkap Ola.

Selain modal keberanian melawan rasa takut, serta alat pelindung diri (APD) dan keyakinan penyertaan Tuhan bakal dia, Ola katakan ini adalah pengalaman yang tidak terduga, dan akan dirinya kenang dan tak terlupakan meskipun stigma tentang covid19 seperti sekarang begitu memprihatinkan karena terbatasnya edukasi tentang covid.

“Intinya, menurut saya ini adalah kesempatan untuk saya melayani mengemban hati mau terus memberi yang terbaik bakal orang-orang yang membutuhkan dampaknya,” tutupnya. (Yusuf/*).