Masalah Baru! Kimia Farma Hentikan Distribusi Alat Rapid Test

Temuan alat rapid test biozek memiliki tingkat akurasi rendah dan bermasalah membuat Kimia Farma menghentikan sementara distribusi.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi alat rapid test Biozek ke fasilitas layanan kesehatan jejaring laboratorium pemeriksaan dan Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia.

Penghentian sementara dilakukan Perusahaan farmasi pelat merah ini, setelah adanya temuan bahwa alat tersebut memiliki tingkat akurasi rendah dan bermasalah.

Baca: PT Vale Kembali Salurkan 10.000 Rapid Test Covid-19 Pemkab Morowali

Kimia Farma menyebutkan, saat ini tengah meminta klarifikasi kepada produsen test kit tersebut, yakni Inzek International Trading BV Belanda. Pemberhentian distribusi ini dilakukan hingga menunggu klarifikasi dari perusahaan tersebut.

“Kimia Farma telah melakukan langkah-langkah, yakni meminta klarifikasi kepada Inzek International Trading BV Belanda atas pemberitaan tersebut dan melakukan penghentian sementara distribusi Rapid Test sambil menunggu hasil klarifikasi dari produsen,” tulis manajemen perusahaan dalam siaran persnya, Rabu (13/5/2020).

Baca: Maret sampai Mei 2020, PT Vale Telah Salurkan 12.120 Rapid Test Pemda Luwu Timur

Perusahaan ini telah melakukan impor atas test kit tersebut sejak pertengahan April 2020. Alat tes ini disebutkan telah lulus dari persyaratan hukum untuk diperdagangkan dan dikomersialisasikan di Eropa.

Alat tes ini diklaim telah dilengkapi dengan dokumen mutu berupa uji klinik yang menunjukkan hasil uji Sensitivitas Relatif Rapid Test BNCP-402 dan BNCP-402S lebih dari 99,9% untuk IgG dan 85% untuk IgM.

Baca: Pemkot Makassar Akan Lakukan Rapid Test di Pasar Tradisional

Sedangkan spesivitas Relatif Rapid Test adalah 98% untuk IgG dan 96% untuk IgM dibandingkan dengan hasil PCR; serta hasil uji klinik yang dilakukan oleh CNR Virus des Infections Respiratoires Institut Pasteur Perancis juga menunjukkan hasil yang baik pada Rapid Test Biozek BNCP-402 dan dokumen pendukung lainnya.

“Rapid Test Biozek merupakan Rapid Test IVD Antibody hanya digunakan untuk screening test dan diperlukan pengujian lebih lanjut untuk penegakan diagnosa salah satunya melalui metode pemeriksaan Polimerase Chain Reaction (PCR) Test serta tidak disarankan digunakan secara personal tetapi dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten,” tulis manajemen KAEF.

Baca: 420 Tenaga Medis RSUD I Lagaligo Jalani Rapid Tes

Kimia Farma menegaskan bahwa pihaknya hanya mendistribusikan alat tes tersebut ke jejaring penjualannya yakni fasilitas layanan kesehatan, laboratorium pemeriksaan dan dinas kesehatan mulai dari tingkat provinsi/kabupaten/kota. (*)

Leave a Reply