Tim Gugus Luwu Timur Temukan Klaster Penjual Ikan, 8 Reaktif Rapid Test

Sekertaris Tim Gugus Luwu Timur, Zabur

Menurut Zabur, delapan orang ditemukan reaktif setelah dilakukan rapid test ini, termasuk transmisi lokal wilayah yang melaporkan kasus terkonfirmasi yang penularannya diketahui cukup besar penyebarannya di daerah Luwu Timur ini.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Tim Gugus Kabupaten Luwu Timur, temukan klaster penyebaran virus corona melalui penjual ikan di Kabupaten Luwu Timur.

Hal ini terungkap setelah tim gugus melakukan rapid test di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Malili, Luwu Timur, Sulsel, Selasa (11/05/2020), lalu.

“Setelah Tim gugus Luwu Timur, melakukan pemeriksaan rapid test di TPI waktu lalu, sebanyak 123 orang dan ditemukan 8 orang reaktif rapid test,” ungkap Zabur Sekretaris Tim Gugus Luwu Timur, Kamis (14/05/2020).

Baca jugaKlaster Penyebaran Covid-19 Luwu Timur Berasal Sorowako, Pemda Terapkan Isolasi Wilayah?

Menurut Zabur, delapan orang ditemukan reaktif setelah dilakukan rapid test ini, termasuk transmisi lokal wilayah yang melaporkan kasus terkonfirmasi yang penularannya diketahui cukup besar di daerah Luwu Timur ini.

Sekretaris Tim Gugus Luwu Timur, Zabur menjelaskan  skema wilayah penyebaran virus corona di Luwu Timur.

“Jika kita melihat penyebaranya melalui di delapan orang penjual ikan reaktif rapid test ini, bisa tarik benang merahnya bahwa di daerah Towuti dan Nuha,” uraiannya.

Untuk saat ini, lanjut Zabur, kedelapan orang ini sudah dilakukan karantina mandiri di rumahnya masih-masing. Sambil menunggu hasil Swabnya dari Makassar.

Baca juga: Bupati Husler Kembali Kirim 20 Pasien Covid-19 Jalani Karantina di Makassar

Sekarang ini kembali kata Zabur, ada 60 sampel darah yang dikirim ke Makassar untuk melakukan uji laboratorium.

“Mari kita doakan mereka, mudah-mudah hasil Swab nantinya negatif. Dan itu harapan kami dari tim gugus,” harapnya.

Baca juga: 19 Kasus Baru, Positif Covid-19 Lutim Jadi 42, Apa Langkah Pemkab?

Jumlah kasus Positif di Luwu Timur, terhitung mulai bulan April sampai Mei sebanyak 42 kasus. Penambahan kasus secara masif ini, setelah  PT Vale dan Tim gugus Luwu Timur melakukan rapid test beberapa kecamatan di Luwu Timur ini.