Pelaksanaan Salat Idulfitri, Kemenag Tunggu Keputusan Pemkab Nunukan

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Nunukan Muhammad Saleh. (ist)

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan mengeluarkan surat resmi nomor P.844/Kk.34.02/03/BA.00/5/2020 terkait pelaksanaan salat Idulfitri 1441 H keputusannya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Surat yang dikeluarkan dari Kemenag Nunukan yang memfasilitasi pertemuan antara MUI, Kemenag DMI, Tim Gugus Tugas COVID-19 dan Ormas Islam lainnya tidak membuahkan hasil apa-apa untuk pelaksanaan ibadah salat Idulfitri 1441 Hijriah, Jumat 15, Mei 2020.

Kepala Kemenag Nunukan Muhammad Saleh menyebutkan, alasannya adalah status Nunukan yang masih zona merah dan kekhawatiran bertambahnya kasus positif Corona.

Baca: Merespons Harga Tak Stabil, Kadin Nunukan Temui Pedagang Pasar

“Tentu pertimbangan zona merah Nunukan dan alasan lainnya, takut akan bertambahnya kasus positif atau keamanan kesehatannya,” kata Ahmad sapaan Muhammad Saleh.

Sebelumnya Ketua DMI Imam Malik mengatakan, secara pribadi dia sangat ingin salat berjamaah di masjid sebagaimana hari-hari biasanya.

Baca: Lantik Pengurus BAZNAS Nunukan Periode Tahun 2020-2025, Ini Pesan Bupati Laura

“Secara pribadi kita sangat ingin melaksanakan salat berjamaah di masjid, tapi secara kelembagaan kita tidak bisa karena harus mengikuti protokol pemerintah,” ujar Malik.

Dengan demikian, hasil koordinasi yang dilakukan MUI, Kemenag, Polres, DMI, Tim Gugus Tugas COVID-19 berserta Ormas Islam diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk mengambil keputusan lebih lanjut. (arung)