Positif Covid-19 Makin Bertambah, Pemda Luwu Timur Hanya Tinggal Diam?

Simulasi penaganan pasien terjangkit virus corona di Rumah sakit I Lagaligo Wotu, Luwu Timur, Selasa (10/03/2020). Foto Dedi Newsurban.id

Dari sebaran wilayah Luwu Timur, jumlah kasus positif corona cukup signifikan yakni Kecamatan Towuti, Nuha dan Malili.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur sampai saat ini belum mampu menekan laju penyebaran virus corona (Covid-19) dengan melakukan tindakan preventif.

Ini terbukti setelah laporan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Luwu Timur merilis perkembangan virus corona melalui web http://covid19.luwutimurkab.go.id, Jumat (15/05/2020) sebanyak 45 kasus hanya terbilang sebulan.

Baca juga: Positif Covid-19 di Luwu Timur Kian Bertambah, Total 45 Kasus

Dari sebaran wilayah Luwu Timur, jumlah kasus positif corona cukup signifikan yakni Kecamatan Towuti, Nuha dan Malili.

Update jumlah kasus corona di Luwu Timur, Jumat (15/05/2020).

“Hari ini, kembali bertambah 3 orang positif tersebar di Kecamatan Towuti 2 orang, dan 1 orang dari Kecamatan Wasuponda. Total keseluruhan sebanyak 45 kasus ,” kata Masdin, Jumat (15/05/2020).

“Penambahan ini bedasarkan hasil laboratorium yang dilakukan BBLK Makassar dan Laboratorium Patologi Klinik RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris GTPP Covid-19 Zabur mengatakan langkah dilakukan Bupati Muhammad Thoriq Husler saat ini hanya melakukan Rapid test secara massal, agar dapat mendeteksi jumlah kasus yang ada di Kabupaten Luwu Timur ini.

“Kalau saat ini Bupati selaku Ketua Gugus Luwu Timur, melakukan rapid test massal,” ucapnya, Kamis (14/05/2020) kemarin.

Baca juga: Tim Gugus Luwu Timur Temukan Klaster Penjual Ikan, 8 Reaktif Rapid Test

Ditanya, setelah dilakukan rapid test massal di 12 Kecamatan di Luwu Timur ini, dan menemukan lonjat kasus cukup besar, apakah GTPP Covid-19 Kabupaten Luwu Timur bakal kewalahan?

Zabur mengatakan hal itu sudah kita pikirkan dari GTPP Covid-19 Luwu Timur dan pastikan akan kewalahan, karena melihat Sumber Daya Manusia (SDM) dan saran prasarana serta fasilitas kesehatan kurang memadai di Luwu Timur.

Sekretaris Tim Gugus Luwu Timur, Zabur menjelaskan wilayah skema wilayah penyebaran virus corona di Luwu Timur.

Apalagi lanjut zabur, sudah pernah mengusulkan Puskesmas Burau dan Hotel di Malili kita akan jadikan karantina bagi pasien reaktif untuk melakukan tindakan pencegahan. Namun, masyarakat menolak untuk keberadaanya.

“Sehingga Bupati berinisiatif merujuk ke Makassar bagi pasien reaktif covid-19 untuk di karantina. Dan sesuai petunjuk Gubernur Sulsel,” katanya.

Zabur pun mengeluhkan, dalam kondisi saat ini sopir mobil untuk pengatar pasien reaktif corona juga sulit dicari. “Kami juga terbatas untuk sopir pengatar pasien covid-19 ke Makassar. Karena kondisi takut. Bahkan mobil Dinas KB Luwu Timur sempat tidak setuju untuk digunakan antar pasien covid-19 ke Makassar,” ungkap Zabur.

Baca juga: Dana Rp35 Miliar Cegah Corona, Angka Positif Kian Bertambah di Luwu Timur

Kembali ditanya, apakah tim GTPP Covid-19 Kabupaten Luwu Timur tidak ada upaya pencegahan dengan menentukan zona merah di Kecamatan tertentu atau melakukan karantina wilayah sesuai sebaran terjangkit virus corona? “Penentuan zona merah dan karantina kecamatan di Luwu Timur ini tidak bakal diterapkan,” tutupnya. (*)