7 Warga Barru Positif COVID-19, Puskesmas Palanro Tutup Sementara

Bupati Barru Suardi Saleh saat memberikan keterangan pers di Posko dan Media Center Tim Gugus Tugas Covid-19. (humas barru)

Dari tujuh yang positif Corona, lima diantaranya petugas medis. Empat perawat di RSUD Barru, dan satunya Kepala Puskesmas Palanro. Mereka terjangkit pasca-menangani satu santri yang positif Corona, yakni klaster salah satu pesantren di Jawa Timur.

BARRU, NEWSURBAN.ID – Setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Corona, tujuh warga Barru yang kini menjalani program “Wisata Covid-19” di hotel yang ditunjuk Pemprov Sulsel di Makassar, kondisi fisiknya stabil.

“Alhamdulillah, tujuh warga yang positif Covid-19, kondisinya cukup sehat. Semua akan ikuti wisata Covid-19 yang kita harapkan selesai 14 hari, dan bisa dinyatakan tidak terjangkit lagi,” kata Bupati Barru Suardi Saleh saat memberikan keterangan pers di Posko dan Media Center Tim Gugus Tugas Covid-19, Jumat sore (15/05/2020).

Baca: Kasus Covid-19 di 4 Zona Merah Sulsel Terus Bertambah

Dari tujuh yang positif corona, lima diantaranya tercatat sebagai petugas medis. Empat perawat di RSUD Barru, dan satunya adalah Kepala Puskesmas Palanro. Mereka ikut terjangkit pasca-menangani satu santri yang positif corona, yakni klaster salah satu pesantren di Jawa Timur.

Dari lima petugas medis itu, empat diantaranya sempat menjalani masa karantina di Bola Soba’e sebelum ada hasil pemeriksaan swab keluar. Begitu pun Kepala Puskesmas Palanro, melakukan karantina mandiri.

Baca: Mal Beroperasi, Gubernur Nurdin Abdullah Syaratkan Ini

Meski demikian, Pemkab Barru tetap melakukan sterilisasi di wilayah tugas kepala Puskemas. Seperti langsung melakukan pemeriksaan rapid test ke sekira 80 staf Puskesmas Palanro, Kamis (14/05/2020) malam. Begitu pun untuk beberapa hari ke depan, pelayanan dan aktivitas di Puskesmas Palanro ditutup hingga Senin, 18 Mei mendatang.

“Kita sterilisasi untuk Puskesmas (Palanro) dan nanti Senin akan beroperasi kembali. Keluarga klaster Timboro (dan Mesir) juga sudah kita rapid test,” paparnya.

Baca: Pemerintah Terapkan PSBB, MUI: Seakan Tersandera Rayuan dan Tipu Daya Cina

Selain itu, Suardi Saleh yang didampingi Sekda Barru Abustan dan Jubir Khusus Covid-19, Amis Rivai, mengurai perkembangan lainnya. Seperti penanganan ke Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“OTG sisa 2, ODP 1, dan PDP 2, yakni orang tua santri,” tambah Suardi Saleh kepada wartawan sambil berbuka puasa bersama.

Baca: 204 Pedagang Pasar di Makassar Reaktif Covid-19 Dikarantina

Dalam kesempatan ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, meminta warga untuk terus senantiasa mematuhi setiap anjuran pemerintah. Seperti meningkatkan kewaspadaan, selalu disiplin dengan standar protokol, memakai masker, rajin cuci tangan, maupun lainnya.

Sekadar diketahui, total warga di Sulawesi Selatan yang terjangkit atau dinyatakan positif Corona, jumlahnya di atas 800 lebih kasus. Sedangkan secara nasional sudah mencapai sekira 16.000 kasus. Meski demikian, jumlah yang sembuh lebih besar dibanding angka kematian. (hms/*)

Leave a Reply