Dianggap Memalukan, Mahasiswa Luwu Timur di Yogyakarta Tolak Surat Husler

Surat penolakan Forum Pelajar Mahasiswa (Forma) Luwu Timur Sulawesi Selatan Yogyakarta

Menurut Muhammad Yogi Ketua Forum Pelajar Mahasiswa (Forma) Luwu Timur Sulawesi Selatan Yogyakarta, hal yang dilakukan Pemda Luwu Timur membunuh makna filosofi “Wanua Mappatuo Naewai Alena”. Dimana kalimat itu, kata dia, salah satu bagian mendasar dari kebudayaan yang dijuluki Bumi Batara Guru.

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Pelajar dan Mahasiswa Luwu Timur di Yogyakarta menolak surat yang dikeluarkan oleh Bupati Luwu Timur untuk meminta bantuan yang ditujukan ke Dinas Sosial Istimewa Yogjakarta. Penolakan tersebut menganggap surat pemintaan cukup memalukan daerah Luwu Timur.

“Dasar penolakan surat yang dilayakan oleh Pemda Luwu Timur ditanda tangani Bupati Muhammad Thoriq Husler untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Istimewa Yogjakarta, cukup memalukan,” ungkap Muhammad Yogi Ketua Forum Pelajar Mahasiswa (Forma) Luwu Timur Sulawesi Selatan Yogyakarta, Minggu (17/05/2020).

Surat penolakan Forum Pelajar Mahasiswa (Forma) Luwu Timur Sulawesi Selatan Yogyakarta

Menurut Yogi, hal yang dilakukan Pemda Luwu Timur membunuh makna filosofi “Wanua Mappatuo Naewai Alena”. Dimana kalimat itu, kata dia, salah satu bagian mendasar dari kebudayaan yang dijuluki Bumi Batara Guru.

“Pemda Luwu Timur kami anggap sebagai orang tua kami bagi Mahasiswa Luwu Timur yang mengenyam pendidikan di Daerah Istimewa Yogjakarta, seharusnya menjaga dan memegang teguh makna filosofi itu. Tidak mencederainya dengan cara meminta-minta,” tegasnya.

Yogi mengungkapkan rasa kekecewaannya apa yang dilakukan Pemda Luwu Timur, yang selama ini daerah dianggap dengan kekayaan sumber daya alamnya melimpah dan dijuluki daerah terkemuka.

“Tapi terlihat tidak punya apa-apa. Dan kami juga prihatin dengan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp 35 Milyiar yang tidak jelas alokasinya,” ucapnya.

Baca juga: Dana Rp35 Miliar Cegah Corona, Angka Positif Kian Bertambah di Luwu Timur

Sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Muhammad Thoriq Husler, mengirimkan surat ke Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY Yogyakarta.

Surat Pemerintah daerah Luwu Timur  meminta kepada daerah Istimewa Yogjakarta diberikan sembako bagi mahasiswa Luwu Timur 35 Mahasiswa berada di Yogjakarta.

Dalam surat tertanggal 04 Mei 2020 itu, Husler meminta agar Pemprov DIY membantu logistik bagi mahasiswa asal Luwu Timur yang sementara berada di daerah tersebut.

Alasannya, saat ini 35 mahasiswa tersebut tak bisa lagi menerima bantuan dari orang tuanya akibat pandemi Covid-19.

Tak hanya itu, Bupati Luwu Timur Muhammad Thoriq Husler pernah mengimbau kepada masyarakat Luwu Timur yang sedang berada diluar daerah untuk mengurungkan niatnya melakukan mudik ke Kabupaten Luwu Timur, saat berada di Pasar Sentral Malili, Kamis (09/04/2020).

Baca juga:Cegah Penyebaran Covid-19, Husler Imbau Warga Tidak Mudik ke Luwu Timur

“Jangan mi ki mudik ke Luwu Timur dulu untuk sementara waktu. Mari kita jaga diri dan keluarga ta. Saya yakin dengan kebersamaan kita semua, penyebaran virus corona ini bisa kita cegah bersama,” kata Hulser.

Imbauan itu langsung disampaikan Bupati didampingi Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko. Hal ini juga sejalan dengan maklumat Kapolri untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah virus mematikan tersebut.

“Mari peduli kebersihan, membatasi kegiatan sosial yang menghadirkan banyak orang, menjaga jarak serta hal-hal yang dapat memicu terjadinya penularan virus dalam tubuh. Saya sarankan rajin berolahraga,” tambahan Husler.

Orang nomor satu di Luwu Timur itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Tidak meninggalkan rumah dan berinteraksi dengan orang asing dan jangan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya atau hoax, serta rajin mencuci tangan dan selalu gunakan masker jika terpaksa harus berada diluar rumah.