Program Plasma, Pabrik Gula JBM Bangunkan 10.000 Ha Lahan Tidur di Bombana Jadi Produktif

Program plasma tebu Pabrik Gula JBM di Bombana mengubah 10.000 ha lahan tidur jadi produktif. (ist)

Sekitar 10.000 hektare lahan tidur di Kabupaten Bombana menjadi produktif dengan adanya program plasma tebu pabrik gula JBM seluas 10.000 hektare.

BOMBANA, NEWSURBAN.ID – Pelibatan warga sebagai bagian dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat lokal di Bombana, Sulawesi Tenggara menjadi komitmen penuh pabrik Gula PT JBM Bombana.

Hingga saat ini, JBM Bombana telah menjalin kemitraan saling mengungtungkan dengan melibatkan warga mengelola plasma tebu seluas 10.000 hektare.

Baca: PHK Banyak, JBM Bombana Justru Rekrut Ribuan Warga Lokal

Diketahui, di Kabupaten Bombana banyak terdapat lahan yang tidak produktif. Dengan adanya program plasma tebu JBM ini, lahan yang dulunya tidur kini bisa menjadi produktif dengan dijadikan kebun tebu yang otomatis akan memberikan manfaat bagi pemilik pemilik lahan tersebut.

“Turut mengangkat harkat dan kesejahteraan warga lokal telah menjadi komitmen kami sejak awal,” ujar Direktur Utama PT JBM Arief, Senin (18/5/2020).

Baca: Ini Stimulus Ekonomi Untuk Memperkuat Perlindungan Sosial Terkait COVID-19

Melalui program ini, Arief mengatakan, di tengah ancaman resesi ekonomi dan serbuan PHK dari semua perusahaan, JBM justru tetap memberi sumbangsih bagi bergeraknya perekonomian nasional serta peningkatan kesejahteraan warga lokal di Bombana, Sultra.

Menurut Arif, dunia saat ini tengah menghadapi tsunami resesi ekonomi. Di Amerika sudah 33 juta orang kena PHK. Di China ada 80 juta orang. Eropa sendiri pusing dengan 60 juta pekerja terancam PHK.

“Badai Corona ini membuat Amerika harus berutang sekitar Rp46 ribu triliun. Sebagian besar utang bukan untuk menghadapi Corona, tapi untuk menyelamatkan keuangan perusahaan-perusahaan yang mulai rontok bersamaan,” ujar Arief.

Baca: Tangkal Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi, Ini Stimulus Fiskal dan Realokasi Anggaran Pemerintah

Menurut Arief, Eropa menggalang dana hampir Rp2 ribu triliun untuk menyelamatkan ekonomi mereka. “Jadi jangan anggap remeh resesi ekonomi kali ini. Karena seperti kita pernah obrolkan dulu, virus membunuh beberapa orang tetapi resesi ekonomi bisa menghancurkan sebuah negara,” ujarnya.

“Inilah masa-masa menakutkan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Produksi berhenti, ekonomi hancur, orang ketakutan. Dan dampak besarnya adalah jutaan orang kehilangan pekerjaan,” imbuhnya.

Lahan tidur ini jadi produktif berkat program plasma tebu Pabrik Gula JBM Bombana. (ist)

Karena itu menurut Arief, JBM tetap berkomitmen menjaga kesinambungan usaha demi membantu serta mengangkat kesejahteraan warga. “Bahkan saat ini JBM telah merekrut 1.200 tenaga kerja baik direc maupun on direc,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply