Plt Dinas Kesehatan Luwu Timur: Kurang APDnya Banyak di Posko

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur dr Hj Rosmini Pandin. (kominfo)

“APD banyak sekali, tidak ada lagi alasan APD kurang. Yang kurang APDnya banyak di posko. Jadi sisa order dan kita tidak harapkan tenaga medis kita merawat jika tidak pakai APD, karena itu jumlahnya banyak,” kata Pelaksaan Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Luwu Timur, Rosmini Pandin dalam lirisnya diterima oleh newsurban.id, Kamis (21/05/2020).

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Pelaksaan Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Luwu Timur, Rosmini Pandin mengatakan jumlah Alat Pelindung Diri (APD) Dinas Kesehatan banyak sekali.

“APD banyak sekali, tidak ada lagi alasan APD kurang. Yang kurang APDnya banyak di posko. Jadi sisa order dan kita tidak harapkan tenaga medis kita merawat jika tidak pakai APD, karena itu jumlahnya banyak,” kata Rosmini dalam lirisnya diterima oleh newsurban.id, Kamis (21/05/2020).

Baca juga: 60 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Luwu Timur, Dinkes: Cara Pakai APD Salah

Sebelumnya, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Luwu Timur, Rosmini Pandin mengatakan bertambahnya jumlah kasus positif tenaga kesehatan di Luwu Timur, bukan karena adanya kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), tapi cara pemakaian APD yang salah.

“Cara pemakai APD yang salah, sehingga tenaga kesehatan banyak terinfeksi Corona,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Rosmini, tenaga kesehatan juga tidak menjalankan distancing, sehingga hal ini sangat besar potensi terjangkit virus corona oleh tenaga kesehatan di Luwu Timur.

Baca juga: Di Luwu Raya, Luwu Timur Paling Tinggi Jumlah Kasus Positif Covid-19

“Seharunya tenaga kesehatan melakukan sosial distancing. Tapi ketika pulang bertugas atau kerja, tidak menjalankan sosial distancing. Malah, pergi kumpul-kumpul sehingga hal itu mudah terpapar corona,” katanya.

Rosmini mengungkapkan, tenaga kesehatan di Luwu Timur tidak pernah merawat pasien yang jatuh sakit karena virus corona. Bahkan beberepa pasien dirujuk di Makassar.

“Intinya, tenaga kesehatan yang terpapar virus corona di Luwu Timur, tidak menjalankan Protap penanganan covid-19 yang harus dijalankan. Seharusnya dia melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat,” tegasnya. (*)

Leave a Reply