Positif COVID-19: Di Sulsel Naik Jadi 1.135, Se Indonesia Melonjak 973, Jelang Lebaran Keramaian Tak Terbendung

Jumlah kasus positif COVID-19 terus bertambah. Kamis 21 Mei, se Indonesia melonjak 973 menjadi 20.162. Di Sulsel bertambah 34 kasus menjadi 1.135. Namun aktivitas warga menjelang lebaran sudah tak terbendung, melupakan pembatasan aktivitas dan protokol kesehatan.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pantauan COVID-19 Sulsel hari ini tercatat jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 1.135. Ada penambahan 34 kasus dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 1.101 kasus.

Dari jumlah itu, 345 masih diisolasi di rumah sakit, 332 diisolasi mandiri. Pasien positif COVID-19 yang sudah sembuh sebanuak 398 atau 35,1% dari total kasus. Lainnya sebanyak 60 orang (5,3%) telah meninggal dunia.

Penambahan kasus positif COVID-19 ini perlu mendapat atensi dari pemerintah daerah di Sulsel untuk konsisten mengimbau warga menjalankan protokol kesehatan dan aturan-aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

Baca: Jelang Lebaran, Penumpang Bandara Hasanuddin Makassar Meningkat

Warga pun harus disiplin menjalankan protokol kesehatan yakni jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun di air mengalir, bila harus keluar rumah menggunakan dan membawa handsanitizer, taat pada aturan PSBB.

Pasien dalam pengawasan pun bertambah menjadi 1.533. Dari total PDP itu yang masih difollowup negatif atau positif sebanyak 337 orang. Sementara 1.061 (69,2%) sudah dinyatakan non COVID-19. Lainnya sebanyak 135 (8,8%) telah meninggal dunia.

Dengan data PDP tersebut, penambahan kasus positif COVID-19 masih berpotensi tinggi. Belum lagi kontak fisik warga yang sudah mulai memadati jalan dan tempat perbelanjaan, berpotensi menyebabkan penularan baru.

Baca: Wagub Sulsel Imbau Masyarakat Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Orang dalam pemantauan pun bertambah menjadi 4.826. Sebanyak 3.965 atau 82,2% dari total ODP telah selesai masa pemantauannya. Sisanya, 862 masih proses pemantauan.

Penambahan kasus ODP ini mengindikasikan arus pergerakan orang masuk ke Sulsel masih cukup banyak.

MELONJAK 973 KASUS BARU
Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Kamis (21/5) pukul 12.00 WIB bertambah 973 orang sehingga totalnya menjadi 20.162 Sedangkan pasien sembuh menjadi 4.838 setelah ada penambahan 263 orang dan kasus meninggal menjadi 1.278 dengan penambahan 36 orang.

“Hari ini meningkat 973 orang. Peningkatan ini luar biasa dan peningkatan inilah yang tertinggi,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (21/5).

Baca: Presiden Jokowi Tegaskan Belum Ada Kebijakan Pelonggaran PSBB

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas, lima provinsi angka kasus positif terbanyak adalah Provinsi DKI Jakarta dengan total kasus 6.301 disusul Jawa Timur sebanyak 2.998 Jawa Barat 1.962, Jawa Tengah 1.217, Sulawesi Selatan 1.135 (sama dengan data covid19.sulselprov.go.id) dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 20.162 orang.

Baca: Sholat Idul Fitri di Rumah, Gubernur NA Minta Pemda dan Forkopimda Sosialisasi Massif

Kemudian untuk sebaran kasus sembuh dari 34 Provinsi di Tanah Air, DKI Jakarta tertinggi yakni 1.458 kemudian Jawa Barat 422, Jawa Timur sebanyak 403, Sulawesi Selatan 398, Bali 280, dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 4.838 orang.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 18 kasus, Bali 374 kasus, Banten 753 kasus, Bangka Belitung 36 kasus, Bengkulu 69 kasus, Yogyakarta 215 kasus.

Selanjutnya di Jambi 89 kasus, Kalimantan Barat 133 kasus, Kalimantan Timur 266 kasus, Kalimantan Tengah 254 kasus, Kalimantan Selatan 557 kasus, dan Kalimantan Utara 162 kasus.

Baca: 60 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Luwu Timur, Dinkes: Cara Pakai APD Salah

Kemudian di Kepulauan Riau 140 kasus, Nusa Tenggara Barat 410 kasus, Sumatera Selatan 674 kasus, Sumatera Barat 436 kasus, Sulawesi Utara 180 kasus, Sumatera Utara 273 kasus, dan Sulawesi Tenggara 202 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 117 kasus, Lampung 101 kasus, Riau 108 kasus, Maluku Utara 97 kasus, Maluku 135 kasus, Papua Barat 110 kasus, Papua 410 kasus, Sulawesi Barat 86 kasus, Nusa Tenggara Timur 79 kasus, Gorontalo 44 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 219.975 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 69 laboratorium dan Test Cepat Melokuler (TCM) di 34 laboratorium. Sebanyak 160.374 orang yang diperiksa didapatkan data 20.162 positif dan 140.212 negatif.

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 50.187 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada menjadi 11.066 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 392 kabupaten/kota di Tanah Air. (*)

2 thoughts on “Positif COVID-19: Di Sulsel Naik Jadi 1.135, Se Indonesia Melonjak 973, Jelang Lebaran Keramaian Tak Terbendung

  1. Pingback: PSBB Makassar Tak Dilanjutkan, Toko Boleh Buka Tapi Syaratnya Ini | Newsurban

  2. Pingback: Tim Terpadu Temui Pimpinan Jamaah An Natsir Gowa Ingatkan Sholat Idul Fitri di Rumah | Newsurban

Leave a Reply