Pemkot Makassar Izinkan Sekolah, Toko dan Mall Buka, Pesta Pernikahan Bisa Digelar

Suasana pusat keramaian pasca PSBB Kota Makassar berakhir.

Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap kedua di Kota Makassar telah berakhir di Kota Makassar. Pemkot membolehkan sekolah, mall, toko buka. Pesta pernikahan pun boleh digelar tetapi ada aturannya.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Pasca PSBB tahap dua berakhir, Pemkot Makassar kemudian menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali).

Perwali itu memperbolehkan toko-toko dan mall buka. Sekolah juga tengah dipersiapkan untuk dibuka kembali. Bahkan pesta sunatan dan perkawinan pun diperbolehkan.

Pejabat Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf, pihaknya telah menggelar rapat dan sudah ada keputusan final. “Kalau Perwali ini, aktivitas semua memungkinkan dibuka, namun tetap harus mengikuti protokol kesehatan. Misalnya, sekolah bisa saja dibuka dan mekanismenya melalui Dinas Pendidikan,” kata Yusran, Jumat (22/5/20).

Baca: PSBB Makassar Tak Dilanjutkan, Toko Boleh Buka Tapi Syaratnya Ini

Yusran menuturkan pembukaan sekolah dimungkinkan karena dalam waktu dekat ada penerimaan siswa baru. Karena itu, pihaknya pun sudah mempersiapkan diri untuk membuka kembali sekolah.

“Untuk sekolah, kami sudah rapat teknis dengan Dinas Pendidikan, sekolah-sekolah dibatasi jumlah siswa hanya 38 orang setiap kelasnya,” katanya.

Aktivitas hajatan sunatan hingga pernikahan sekarang juga sudah diperbolehkan. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengedepankan social distancing dan physical distancing. “Sunatan boleh, termasuk pesta kawinan. Kalau ruangan dipakai kapasitasnya 100, bisa diatur hanya 50 orang. Bagaimanalah diatur sebaik-baiknya,” tuturnya.

Baca: 26 Warga Makassar Diamankan Polisi karena Berkeliaran Tak Pakai Masker

Sedangkan mall dan pusat-pusat perbelanjaan atau toko-toko sudah diperbolehkan buka kembali. Tapi, setiap pengunjung yang datang diperiksa dan juga dibatasi jumlah pengunjungnya.

Untuk mengantisipasi pendatang dari daerah yang belanja ke Kota Makassar jelang Lebaran, Yusran menegaskan harus ada dokumen periksaan dari daerahnya masing-masing.

“Mereka di-screening dulu di daerahnya. Demikian pula saat naik bus akan diperiksa lagi. Sampai di Kota Makassar ingin berbelaja, diperiksa lagi di setiap toko-toko maupun mall,”  ujar Yusran.

Baca: Wagub Sulsel Imbau Masyarakat Salat Idul Fitri di Rumah Saja

Yusran juga mengungkapkan, posko-posko terpadu di perbatasan Kota Makassar juga sudah ditiadakan setelah berakhirnya PSBB. Namun, telah disepakati petugas akan ditempatkan di pusat-pusat aktivitas masyarakat untuk melakukan screening.

Pada saat Lebaran, Yusran menegaskan, tidak ada kegiatan open house. Selain walikota, larangan open house juga berlaku untuk semua OPD dan Kepala Dinas. “Sekarang open house ditiadakan. Tapi kalau sesama keluarga, tidak apa-apa karena jumlahnya di bawah 10 orang,” kata Yusran.

Dia menambahkan, kalau ada pertemuan keluarga juga boleh, tetapi ikuti protokol kesehatan. “Saya kira itu juga berputar saja dan tidak membatasi silaturahmi,” ujarnya.

Baca: Tim Terpadu Temui Pimpinan An Natsir Gowa Ingatkan Sholat Idul Fitri di Rumah

Menurut dia, aturan larangan open house yang berlaku ini akan diikuti semua pemerintah daerah. Sebab, aturan itu resmi dikeluarkan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten atau Kota. “Makassar sebagai Kotamadya harus menjadi contoh, ya Wali Kota, OPD dan Kepala Dinas tidak melakukan open house,” tambahnya.

Sebagai informasi, meski Pemerintah Kota Makassar menerapkan dua kali PSBB, jumlah penderita maupun penyebaran Covid-19 terus bertambah. Saat ini Sulawesi Selatan masih menempati urutan ke-5 terbanyak penderita dan penyebaran Covid-19 se-Indonesia.

Selama pandemi Covid-19, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sulsel ada 4.843 orang. Sebanyak 3.988 orang di antaranya selesai dalam pemantauan dan 855 orang masih dalam pemantauan.

Baca: Penutupan PSBB, Adnan: Demi Ratusan Ribu Warga Gowa Tak Masalah Dikritik Segelintir Orang

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 1.537 orang. Dari total tersebut, sebanyak 1.060 dinyatakan non Covid-19 dan 341 orang masih akan follow up serta sebanyak 136 orang meninggal.

Untuk positif Covid-19, total sebanyak 1.206 orang. Sebanyak 726 orang masih dalam perawatan dan 417 orang dinyatakan sembuh serta sebanyak 63 orang meninggal dunia.

Dari total pasien positif itu, sebanyak 354 orang melakukan isolasi mandiri dan sebanyak 372 orang dirawat di beberapa rumah sakit. (#)