124 Kasus Positif Covid-19 di Luwu Timur, Masih Dianggap Zona Aman?

Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Luwu Timur

Jadi jumlah kasus di Luwu Timur secara massif terjangkit Positif Covid-19 sekarang ini, apakah masih dianggap zona aman?

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID – Kabupaten Luwu Timur saat ini sudah mencapai 124 kasus positif virus Corana (Covid-19). Jumlah kasus tersebut hasil dihimpun dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penaganganan (TGTPP) Covid-19 Lutim melalui Diskominfo, Minggu (24/05/2020).

Penambahan angka itu berdasarkan hasil Swab yang dikeluarkan oleh BBLK Makassar dan Laboratorium Patologi Klinik RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar.

“Hari ini kami menerima kabar bahwa terdapat Kasus baru positif covid-19 sebanyak 20 orang,” kata Masdin.

Penambahan 20 orang, tersebar beberapa kecamatan di Luwu Timur, Kecamatan Towuti 6 orang, Kecamatan Nuha 12 orang, dan Kecamatan Wasuponda 2 orang.

Baca juga:  60 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Luwu Timur, Dinkes: Cara Pakai APD Salah

“Jika ditotal, data kasus positif covid-19 di Luwu Timur telah mencapai 124 kasus. Dan 8 dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam mengatakan jumlah kasus 124 kasus Positif Covid-19 cukup prihatin dengan lonjatan angka tersebut.

“Kalau melihat lonjatan angka tersebut saya cukup prihatin, tapi mudah-mudahan hasil yang ditemukan oleh tim gugus Luwu Timur sebagai langkah taktis untuk melakukan pencegahan,” kata Amran.

Baca juga: Dana Rp35 Miliar Cegah Corona, Angka Positif Kian Bertambah di Luwu Timur

Namun, lanjut dia, jika hal itu dilakukan cukup efektif oleh tim gugus untuk menekan jumlah kasus nantinya. Diapun akan terus mendorong dan memberikan support kepada tim gugus Luwu Timur.

“Jika tindakan rapid test secara massal dilakukan oleh tim gugus sekarang ini dengan menemukan angka sebanyak itu lantas tidak cukup efektif, maka tim gugus harus melakukan upaya lain untuk menekan pencegahan virus corona di Luwu Timur ini,” ungkapnya.

Apalagi, pemerintah Luwu Timur sekarang ini sudah dialokasikan anggaran sebanyak Rp 35 Miliar untuk digunakan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kami berharap anggaran sebesar itu dapat dimanfaatkan dengan baik tim gugus melakukan untuk upaya pencegahan Covid-19,” harapnya.

Baca juga:5 Puskesmas di Luwu Timur Akan Dilakukan Rapid Test Covid-19 secara Massal

“Dengan anggaran tersebut kamipun pernah menyarankan kepada Pemerintah Luwu Timur untuk pemberian tenaga kesehatan yang dilapangan diberikan biaya pengargahan atau tunjangan bagi mereka. Tapi itu hanya sekedar saran. Mudah-mudahan saran itu dapat dilakukan oleh pemerintah,” tambah Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam.

Kepastian keberadaan alat tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) untuk Covid-19 di Indonesia saat ini bukan malah memecahkan masalah tapi justru menimbulkan kegelisahan baru di kalangan masyarakat.

Baca juga: Warga Luwu Timur Ini Jalani Karantina Covid-19 hanya Bisa Makan dari Tetangganya

Masalah utamanya adalah tingkat akurasi hasil rapid test dianggap rendah, bahkan pada orang dengan gejala. Hal ini mengakibatkan banyak pihak yang melakukan rapid test positif, tapi ternyata tidak terinfeksi atau sebaliknya.

Pemerintah sudah mengakui ketidakakuratan dan ketidakefektifan rapid test dan berencana memperbanyak tes yang menggunakan sampel dari lendir hidung atau tenggorokan dengan tes real-time reverse transcriptase Polimerase Chain Reaction (rRT-PCR) untuk mendeteksi virus di molekul RNA. Tes PCR lebih akurat mendeteksi virus dibanding tes diagnostik cepat.

Sekedar diketahui, Kabupaten Gowa menerapkan Perbatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 22 April jumlah kasus hanya 25 orang Positif, kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 314 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 139 orang.

Makassar Sendiri, mengusulkan PSBB di Kementerin Kesehatan pada tanggal 12 April jumlah Positif 105 orang, 497 ODP, dan 197 PDP.

Jadi jumlah kasus di Luwu Timur secara massif terjangkit Positif Covid-19 sekarang ini, apakah masih dianggap zona aman?. (*)

One thought on “124 Kasus Positif Covid-19 di Luwu Timur, Masih Dianggap Zona Aman?

  1. Pingback: Kasus Positif Terus Bertambah di Lutim, Proyek Rp14 M atau Covid-19 Harus Diselesaikan? | Newsurban

Leave a Reply