Begini Cara Muslim Amerika Serikat Rayakan Idul Fitri 1441 H saat Pandemi Corona

Salah satu masjid di Amerika Serikat.

Tidak ada sembahyang massal di masjid, tidak ada sarapan bersama, tidak ada karnaval, dan tidak ada pesta malam. Pertemuan keluarga pun sangat terbatas di negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia, Amerika Serikat.

NEWSURBAN.ID – Pelaksanaan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah dibanding tahun-tahun sebelumnya, tidak hanya dirasakan umat muslim di Indonesia. Umat muslim di dunia terkhusus Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus virus corona terbanyak ikut merasakan.

Aljazeera, Minggu 24 Mei 2020 melaporkan, dokter sekaligus Ketua Dewan Komunitas Muslim Michigan, Mahmoud Al-Hadidi yang tinggal di Michigan Amerika Serikat mengakui bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini akan sangat berbeda.

Lebaran tahun ini, tidak ada yang sholat massal di masjid, tidak ada sarapan bersama, tidak ada karnaval, dan tidak ada pesta malam. Pertemuan keluarga pada lebaran kali ini akan sangat terbatas. “Biasanya kami mengadakan pesta besar di rumah saya dengan 400 hingga 500 orang,” kata Al-Hadidi.

Adanya kebijakan social distancing sebagai upaya menahan laju penyebaran virus corona yang akan berlangsung hingga 28 Mei 2020, tidak lantas menutup semangat umat Muslim untuk merayakan Idul Fitri di hari libur mereka.

Michigan Utara merupakan rumah bagi salah satu komunitas muslim terbesar di Amerika Serikat. Penduduk di sana mengaku telah menemukan cara inovatif untuk menyambut liburan tiga hari selama akhir Ramadan hingga Idul Fitri 1441 H sembari tetap mengikuti aturan social distancing.

“Kami bertekad untuk merayakan dan bahagia terlepas dari semua keadaan, kami akan beradaptasi,” kata Al-Hadidi.

Hari Raya Idul Fitri yang berlangsung hari ini Minggu, 24 Mei 2020 diisi dengan ceramah pagi yang disiarkan langsung di televisi lokal dan media sosial.

Di hari yang sama, mobil-mobil dapat berbaris di luar masjid untuk menerima bingkisan hadiah bagi anak-anak. Ini adalah kali pertama pembagian hadiah dilakukan secara drive thru.

Layaknya tradisi silaturahmi umat muslim di berbagai belahan dunia lain, lebih dari 250.000 umat muslim di Michigan akan mengunjungi kerabat atau menghadiri pertemuan besar di mana orang-orang akan diberikan jamuan makanan.

“Biasanya kami pergi ke masjid untuk Sholat dan sarapan, dan pada malam hari kami pergi makan malam,” kata seorang penduduk di pinggiran Franklin, Detroit, Lama Samman Nasry. “Kami menghabiskan sebagian besar hari di luar rumah,” tutur dia.

Ia mengaku dirinya juga akan turut berpartisipasi memberikan hadiah dan makanan kepada umat muslim lainnya. “Ini akan menjadi perayaan yang lebih tenang dan pastinya berbeda,” ujarnya.

Michigan menjadi salah satu negara yang paling terpukul selama pandemi virus corona dengan lebih dari 53.000 kasus positif dan lebih dari 5.000 kematian.

Negara bagian ini salah satu yang melakukan social distancing paling ketat. Bahkan hingga mendorong kelompok kecil pengunjuk rasa dengan senjata berdemonstrasi di ibukota negara bagian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya, mengatakan, rumah ibadah merupakan tempat yang terbilang penting. Sehingga ia meminta pada Gubernur untuk mengizinkan pembukaan tempat ibadah tersebut meskipun virus corona masih mengancam. “Ini (tempat ibadah. red) adalah tempat-tempat yang menyatukan masyarakat kita dan menyatukan rakyat kita,” kata Donald Trump.

Seorang dokter, Firas Bazerbashi, mengatakan, saat ini sebagian penduduk Michigan telah memahami risiko kesehatan. Sehingga perayaan komunitas adat tidak akan dilaksanakan pada Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Firas menambahkan, setelah berminggu-minggu karantina, masyarakat telah belajar menggantikan kunjungan keluarga secara fisik dengan virtual. #

2 thoughts on “Begini Cara Muslim Amerika Serikat Rayakan Idul Fitri 1441 H saat Pandemi Corona

  1. Pingback: Trump “Marah” Sikapi Kerusuhan dan Penjarahan di Minneapolis | Newsurban

  2. Pingback: AS Larang Warganya ke Indonesia | Newsurban

Leave a Reply