KSAD Perintahkan Hukum Berat Oknum TNI Penembak Warga Nunukan

Personil Detasemen Polisi Militer VI/1-4 Nunukan di tempat kejadian perkara. (ist)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memerintahkan Dandim 091 Nunukan untuk memproses oknum TNI pelaku penembakan seorang warga sipil di Kabupaten Nunukan.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Komandan Kodim 0911 Nunukan Letkol CZI Eko Pur Indriyanto mengatakan pelaku penembakan berinisial UI dari Satuan Gabungan Inteligen (SGI)

Oknum yang berinisial UI tersebut sudah diamankan. Kini UI tengah menjalani penyidikan untuk proses hukum.

Baca: TNI-Polri di Nunukan Bersatu Jaga Kantibmas dan Edukasi Pencegahan COVID-19

“Ada perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) mengenai oknum yang melakukan penembakan terhadap warga akan diproses hukum hingga tuntas,” katanya, Rabu (27/5/20).

Eko Pur Indriyanto mengungkapkan, Kasad juga memerintah untuk mengawal proses hukum dan diminta untuk memberikan informasi perkembangan kepada keluarga korban. “Ini adalah komitmen dari pimpinan dan merupakan perintah langsung. Sehingga tidak perlu khawatir karena hukum tetap berjalan,” tegasnya.

Baca: Patut Jadi Contoh, Persit KCK Cabang LVIII Kodim Nunukan Jahit Masker Dibagikan ke Masyarakat

Saat ini kasus tersebut ditangani Polisi Militer (PM) Detasemen Polisi Militer VI/1-4 Nunukan. Seluruh proses hukum dilakukan dan pelaku telah ditahan sampai tahapan saat ini pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Komandan Sub Detasemen Polisi Militer VI/1-4 Nunukan Agustinus Ramba menuturkan, proses yang dilakukan di Detasemen Polisi Militer VI/1-4 Nunukan sementara berjalan sesuai proses hukum. Ia mengaku kasus ini mendapat perhatian perhatian pimpinan TNI.

“Intruksi pimpinan diproses seberat-beratnya, jadi tidak ada seringan-ringannya. Jadi oknum akan diproses sesuai tindakan yang telah dilakukan,” kata Agustinus Ramba.

Baca: Warga Nunukan Soroti Proyek Jalan Lingkar Provinsi

Ia pun ditarget untuk menyelesaikan kasus ini selama seminggu. Agustinus berharap pekan depan berkas telah dikirim ke Samarinda sekaligus tersangka yang melakukan penembakan kepada warga. Karena Den Pom Nunukan menginduk ke Den Pom Samarinda.

“Memang kami diberikan target, jadi selama seminggu ini harus diselesaikan. Jadi kami harus lembur hingga melakukan olah TKP,” katanya.

Baca: Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid. SE, MM, Perempuan Perkasa di Perbatasan RI Malaysia

Sebelumnya nenurut penuturan Ipar korban, Syamsul Bahri (56), kasus bermula saat oknum TNI tersebut mencari seseorang bernama Ardi di Jalan Gajah Mada (Jalan Rimba) RT 008, Kelurahan Nunukan Tengah. Namun, orang tersebut tak ditemui pelaku. Hingga Pelaku terus marah-marah. Tak lama berselang, korban datang. Korban dan pelaku ini memang sudah kenal.

Kemudian Korban kemudian memeluk pelaku, dengan bermaksud menenangkan. Namun, pelaku terus marah-marah. Sampai pelaku sempat memukul korban dan korban membalas pukulan. Keduanya sempat adu jotos dan pelaku beberapa kali melepaskan tembakan ke udara sampai satu kali tembakan betis kanan korban. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Reses, Ketua DPRD Nunukan Rahma Leppa Hafid Temui Warga di Hotel Laura

Mewakili pihak keluarga, Syamsul meminta tindakan tersebut diproses sesuai hukum berlaku.

Kasus penembakan tersebut terjadi Selasa, 26 Mei 2020 dini hari sekitar pukul 03:00 Wita. Korbannya warga sipil Muhammad Tahir (43) dengan luka tembak di betis sebelah kanan. Korban masih menjalani perawatan di RSUD Nunukan. (#)

One thought on “KSAD Perintahkan Hukum Berat Oknum TNI Penembak Warga Nunukan

  1. Pingback: Omzet Anjlok 80 Persen Pelaku Usaha Kafe dan Resto Harap Ada Pelonggaran Aktivitas | Newsurban

Leave a Reply