New Normal Life Makassar: Pemkot Fokus Pendisiplinan Untuk Cegah Klaster Baru

Potret warga Kota Makassar menuju pola new normal life. (antara)

Menerapkan pola hidup baru atau new normal life, Pemerintah Kota Makassar fokus pendisipilinan untuk mencegah klaster baru. Pendisiplinan untuk mengubah perilaku hidup normal ke new normal life butuh strategi.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Makassar Ismail Hajiali mengatakan saat ini penyebaran kasus sudah lebih terpantau. Klaster-klaster yang sebelumnya banyak tersebar sudah bisa dideteksi.

Diketahui, di Kota Makassar ada lima klaster yang telah ditangani. Ada klaster santri, umrah, gereja, ijtima, dan mahasiswa dari Arab Saudi.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Ingatkan Pj Wali Kota Makassar Hati-hati Buat Kebijakan Saat Penularan COVID-19 Masih Terjadi

Ismail mengungkapkan, semua klaster tersebut, kata dia, sudah dideteksi dan tertangani. “Semua sudah terdeteksi. Dan rata-rata sudah sembuh dan kembali ke rumah. Kita sudah lakukan tracing pada semua klaster itu. Yang tanpa gejala kita bawa ke wisata Covid-19,” jelas Ismail.

Dia bilang, Gugus saat ini fokus pada pencegahan terjadinya klaster baru. Untuk itu pendisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan akan dimasifkan.

Baca: Pemkot Makassar Izinkan Sekolah, Toko dan Mall Buka, Pesta Pernikahan Bisa Digelar

Menurut Ismail, bila masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, kemungkin munculnya klaster baru bisa diminimalkan.

“Fokus kita mencegah adanya  klaster baru. Karena orang kan sudah pakai masker semua dan sudah memahami bagaimana protokol kesehatan,” ujar Ismail.

Baca: Baru 6.350 Warga Luwu Timur Rapid Test, 154 Positif Covid-19 dari Hasil Swab

Ismail menekankan, untuk menerapkan pola hidup baru, pihaknya akan memasifkan pengawasan di zona merah penyebaran Covid-19.

Lima zona merah itu  adalah Kecamatan Tamalate, Rappocini, Panakkukang, Biringkanaya, dan Kepulauan Sangkarrang.

“Pengawasannya hanya pada protokol kesehatan. Yang dijaga sekarang ini kekerabatan, keluarga, lingkungan, atau sabahat. Itu agak rawan,” jelasnya.

Baca: Menuju Hidup Normal Baru, Polres Gowa Razia Warga yang Tak Pakai masker

Fakta di lapangan, dua hari sebelum dan setelah baran, mobilitas masyarakat  mulai ramai kembali. Itu juga terjadi setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah tidak diperpanjang sehingga berbagai sektor beraktivitas kembali, seperti toko, warung, dan lain-lain.

Namun Pemkot Makassar harus bekerja keras sebab saat ini aktivitas ekonomi sebagian besar belum menerapkan protokol kesehatan.

Baca: KPK Gunakan Pasal Ini Jerat Hukuman Mati Pelaku Korupsi Dana Bencana COVID-19

Misalnya, beberapa warung kopi yang sudah buka, meja kursinya belum diatur berjarak. Juga belum ada bikik disinfektan. Bahkan ada yang belum menyiapkan westafel untuk cuci tangan pengunjung masuk dan keluar.

Karena itu, pelonggaran aktivitas di luar rumah perlu diwaspadai. Sebagian warga belum disiplin menerapkan protokol kesehatan menuju pola hidup baru.

Baca: New Normal Life Kota Makassar, Yusran Yusuf Terapkan Konsep Ini

Sebelum melonggarkan berbagai aktivitas ekonomi, Pemkot harus masif dan punya strategi untuk mendisiplinkan warganya agar terbiasa menjalani pola hidup normal dan aman dari penularan virus horor Corona. (#)

One thought on “New Normal Life Makassar: Pemkot Fokus Pendisiplinan Untuk Cegah Klaster Baru

  1. Pingback: Nunukan Akan Terapkan Kehidupan New Normal | Newsurban

Leave a Reply