Omzet Anjlok 80 Persen Pelaku Usaha Kafe dan Resto Harap Ada Pelonggaran Aktivitas

Kedai Kopi Pojok di Jalan Patimura (Jalan TVRI) Kelurahan Nunukan Timur Kabupaten Nunukan sepi sejak penerapan social distancing di masa pandemi virus corona. (arung)

Sejak pandemi COVID-19, omzet penjualan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sektor makanan dan minuman hingga 80 pesen. Mereka berharap ada pelonggaran berysarat agar tidak gulung tikar.

NUNUKAN, NEWSURBAN.ID – Selama masa Pandemi COVID-19 Pemerintah meminta masyarakat menghindari keramaian dan Physical Distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kebijakan itu berimbas negatif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor makanan dan minuman (mamin) termasuk tempat tongkrongan Anak muda yakni Kedai Kopi.

Muklis salah satu pelaku usaha Kedai Kopi di Jalan Patimura (Jalan TVRI) Kelurahan Nunukan Timur mengatakan omzetnya sejak dari awal April sampai anjlok.

Baca: KSAD Perintahkan Hukum Berat Oknum TNI Penembak Warga Nunukan

Pemilik Kedai Kopi Pojok Kampung ini menuturkan, sudah mengalami penurunan penjualan kurang lebih 80 persen. “Penurunan terjadi semenjak adanya informasi virus COVID-19 sudah masuk di Nunukan,” kata muklis, kepada newsurnan.id Kamis, sore (28/5/20).

Menurutnya jika pendapatan mereka turun terus menurun ini maka pada akhirnya bisa gulung tikar. “Sebelum ada pandemi COVID-19 pendapatan saya bisa sampai 500 ribu per hari tapi setelah ada COVID-19 per hari hanya bisa dapat 20-50 ribu. Kami juga tidak bisa berbuat banyak, pasrah saja,” ungkap Cak Mukhlis sapaan akrabnya.

Baca: Lockdown Malaysia Guncang Nelayan Sebatik Kabupaten Nunukan

Bahkan yang terbaru pemerintah menetapkan masa darurat COVID-19 sampai 28 Mei 2020. “Bisa dilihat ke depannya jika omzet terus menurun seperti ini, maka akan banyak pengusaha-pengusaha UMKM di sektor F&B aka tutup alias gulung tikar,” jelasnya.

Cak Muklis menambahkan biasanya muda mudi yang nongkrong bisa sampai 15/20 orang per hari. “Waktu itu yang nongkrong bisa 15/20 orang tapi selama pandemi COVID-19 hanya 2/5 orang saja,” terangnya.

Baca: Bupati Laura Ingatkan Toko E-Warung Tidak Mainkan Harga

Pihaknya pun berharap pemerintah segera memberi perhatian kepada para pelaku usaha di sektor tersebut. Cak Muklis bilang, dengan tetap bisa nongkrong tapi tetap ada batasan jarak dan sesuai pada protokol kesehatan bisa mengangkat omzetnya.

Cak Muklis selaku pelaku usaha mengungkapkan, para pelaku usaha di sektor tersebut adalah para pengusaha muda dan pemula yang modalnya sangat terbatas.

Baca: PSBB Belum Diusulkan Warga Nunukan Sudah Cemas

Menurutnya, dengan adanya strategi tersebut setidaknya bisa membantu mereka untuk menarik kembali para pelanggan demi menutupi biaya sewa dan pembelian bahan pokok jualan.

“Selain itu mungkin pemerintah juga bisa sosialiasi agar COVID-19 jangan dijadikan momok yang menakutkan masyarakat untuk pergi nongkrong, kita juga akan tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan COVID-19 sesuai pada aturan yang berlaku. Apalagi nanti Kaltara (Kota Tarakan) diusulkan sebagai salah satu kota yang bisa menerapkan New Normal Life,” tambahnya. (arung)

One thought on “Omzet Anjlok 80 Persen Pelaku Usaha Kafe dan Resto Harap Ada Pelonggaran Aktivitas

  1. Pingback: Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Nunukan Resmikan 93 Cafe Food Court | Newsurban

Leave a Reply