Dituding Palsukan Surat Keterangan Rapid Test, Melisa Bakal Lapor Balik

Surat Keterangan rapid test dikeluarkan oleh dinas kesehatan Luwu Timur, yang dianggap dipalsukan oleh Melisa Jaya.

Atas tudingan pemalsuan surat keterangan rapid test itu, kata Melisa, dilakukan oleh Dinas Kesehatan Luwu Timur, menganggap melakukan pencemaran nama baik

LUWU TIMUR, NEWSURBAN.ID — Melisa Jaya warga Desa Langkea Raya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, bakal melapor balik atas tudingan pemalsuan surat keterangan Rapid test yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Luwu Timur.

“Insya Allah, besok kalau tidak ada halangan,” katanya di konfirmasi melalui via WhatsApp Jumat, (29/05/2020).

Atas tudingan pemalsuan surat keterangan rapid test itu, kata Melisa, dilakukan oleh Dinas Kesehatan Luwu Timur, menganggap melakukan pencemaran nama baik. “Karena saya merasa sudah dicemarkan nama baikku,” ungkapnya.

Baca juga; 60 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Luwu Timur, Dinkes: Cara Pakai APD Salah

Melisa mengatakan dirinya melaporkan hal itu punya bukti kuat,” Bahkan sangat kuat. Dan biar saya ketemu mereka lewat jalur hukum,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Luwu Timur Muhammad Thoriq Husler memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur Rosmini Pandin melaporkan ke Polisi terkait beredarnya Hasil Rapid Tes yang di duga Palsu.

”Segera laporkan itu ya, ke Polisi,” tegas Husler dikutip di ujungpandangpos.com Jumat (29/05/2020).

Baca juga: Dinsos Kesulitan Distribusi Sembako Karena Menunggu Data Dinkes Luwu Timur

Bahkan, keterangan Rosmini Pandin dirinya tidak pernah menanda tangani hasil rapid test tersebut dan tidak pernah menerbitkan hasil rapid test seperti itu.

”Intinya tidak ada Rapid test yang kami keluarkan atas nama Melisa Jaya. Apalagi dengan umur pasien baru Tiga bulan seperti itu,” tandasnya.

Baca juga: Warga Luwu Timur Ini Jalani Karantina Covid-19 hanya Bisa Makan dari Tetangganya

Tak sampai disitu, Rosmini pun bakal melaporkan hal ini ke kantor polisi dengan pemalsuan dan pelanggaran ITE. (*)