Makassar Batal Terapkan New Normal Life, Angka Penularan Masih Tinggi

Penjabat Walikota Makassar Yusran Yusuf.

Pemerintah pusat belum mengizinkan Pemerintah Kota Makassar untuk menerapkan pola hidup baru atau new normal life. Penyebaran virus coronanya masih di atas ketentuan Kemenkes.

MAKASSAR, NEWSURBAN.ID – Dalam rilis pemerintah pusat, Kota Makassar tidak masuk dalam 25 kota yang diizinkan. Dalam daftar itu juga ada 4 provinsi yang dibolehkan menjalankan new normal life.

Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf mengatakan, pemerintah pusat menilai Kota Makassar belum memenuhi syarat untuk menerapkan new normal life.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Ingatkan Pj Wali Kota Makassar Hati-hati Buat Kebijakan Saat Penularan COVID-19 Masih Terjadi

“Saat ini kita belum bisa menerapkan new normal life, karena syarat belum belum dapat dipenuhi untuk menuju kesana,” ucap Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf di Posko Gugus Tugas Covid-19, Jalan Nikel Raya, Kamis (28/5/2020).

Belum diizinkannya Kota Makassar menerapkan pola hidup baru karena syarat yang ditentukan pemerintah pusat belum dicapai. Yusran mengatakan, indikator penularan berdasar pada angka reproduksi dasar wabah (R0).

Baca: Polda Sulsel Pakai Maklumat Kapolri Bubarkan Kerumunan Saat New Normal Life

Mantan Dekan Fakultas Kehutanan UNHAS ini menjelaskan, tolok ukur penerapan new normal life mengacu pada angka reproduksi (R0) pada waktu t (Rt) atau angka reproduksi efektifnya, harus di bawah 1.

Sedangkan di Makassar sendiri diketahui masih memiliki kasus yang dinilai cukup tinggi, yakni masih melebihi Rt di atas 1. “Rt Kita masih cukup tinggi di atas 1,” ungkapnya.

Baca: Pemkot Makassar Izinkan Sekolah, Toko dan Mall Buka, Pesta Pernikahan Bisa Digelar

Terkait syarat penerapan new normal, Yusran menambahkan Rt nya harus di bawah 1, sementara Makassar masih diangka 1,3 sehingga perlu kerja ekstra lagi

Olehnya itu dia mengatakan jika saat ini kasus virus corona harus segera ditangani lebih serius termasuk mengidentifikasi warga yang terpapar.

Baca: New Normal Life Makassar: Pemkot Fokus Pendisiplinan Untuk Cegah Klaster Baru

“Penerapannya harus Rt-nya di bawah 1, nah kita ini masih 1,3. Jadi kita harus intens lagi menemukan (kasus Covid-19). Hasil investigasi pusat, Makassar belum bisa terapkan,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Kota Makassar untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar ke depan bisa mendapat izin menerapkan new normal life.

Baca: Menuju New Normal Life, Warga Patut Ketahui Biaya Penanganan Pasien COVID-19

“Sebenarnya barang itu sederhana, protokol kesehatan saja. Jadi dimanapun kita berada, kita harus sadar kalau virus ini masih ada,” tutur Yusran.

Batalnya fase new normal saat ini, Makassar terpaksa harus membatalkan seluruh skenario yang telah disusun, termasuk rencana pembukaan masjid awal Juni nanti kemungkinan besar dibatalkan.

Baca: KPK Gunakan Pasal Ini Jerat Hukuman Mati Pelaku Korupsi Dana Bencana COVID-19

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah juga memberikan warning kepada Yusran Yusuf agar tidak gegabah mengeluarkan kebijakan pelonggaran aktivitas masyarakat di saat penularan virus corona masih terjadi.

Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Ibrahim Tompo pun telah memberikan warning akan membubarkan kerumunan dengan dasar Maklumat Kapolri No.2 Tahun 2020. (#)