Trump “Marah” Sikapi Kerusuhan dan Penjarahan di Minneapolis

Kerusuhan berbuntut pembakaran dan penjarahan di Mineapolis. (islamtimes)

“Setiap kesulitan kami akan mengambil kendali, tetapi ketika penjarahan dimulai, penembakan itu dimulai.”cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun twitternya.

AMERIKA SERIKAT, NEWSURBAN.ID –
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bereaksi keras menyikapi demonstrasi damai diikuti aksi pembakaran, penjarahan, dan vandalisme terjadi di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), Kamis (28/5), di malam ketiga aksi protes pada dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.

Pengunjuk rasa melampiaskan amarah mereka atas kematian seorang pria kulit hitam yang diketahui bernama George Floyd yang terlihat di video tengah terengah-engah, sementara seorang petugas polisi kulit putih menekan lehernya menggunakan lutut pada Senin, 25 Mei 2020.

Kasus George Floyd mengingatkan pada pembunuhan Eric Garner pada 2014, seorang pria kulit hitam tak bersenjata di New York City yang meninggal setelah dicekik pihak polisi.

Baca: Trump Kesal dengan Twitter dan Ancam Tutup Media Sosial

Dikutip dari Reuters, Jumat 29 Mei 2020, aksi kerusuhan yang terbaru di Minnesota sebagian besar tidak dapat terkendali. Meskipun Gubernur Tim Walz memerintahkan Pengawal Nasional untuk membantu memulihkan ketertiban.

Berbeda dengan Rabu 27 Mei 2020 malam, ketika para demonstran yang melempar batu bentrok berulang kali dengan polisi berpakaian antihuru-hara, penegak hukum tidak berdiri di sekitar pusat kerusahan, melainkan di luar kantor polisi Precinct Ketiga di kota itu.

Baca: Jokowi-Trump Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Penanganan COVID-19

Para pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung tidak lama, sebelum akhirnya polisi menembakkan gas air mata serta peluru karet dari atap. Tetapi tak berselang lama mereka berkumpul kembali dan menyerang kepala bangunan, membakar struktur ketika polisi tampaknya menarik diri.

Otoritas kota memberikan peringatan tentang laporan yang “belum dikonfirmasi” bahwa saluran gas ke kantor polisi Precinct Ketiga terputus dan ada bahan peledak lain di gedung itu.

Baca: Pandemi Covid-19: WHO Minta Trump Tak Mempolitisasi Virus

Sebuah mobil dan setidaknya dua bangunan lain di sekitarnya juga turut dibakar, dan penjarah kembali pada malam kedua di toko target terdekat, yang telah dijarah pada malam sebelumnya, untuk kabur dengan apa pun yang tersisa di dalam.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran setempat mengatakan setidaknya sebanyak 16 bangunan telah dibakar pada kejadian Rabu 27 Mei 2020 malam.

Baca: Begini Cara Muslim Amerika Serikat Rayakan Idul Fitri 1441 H saat Pandemi Corona

Presiden AS, Donald Trump di Twitter mengatakan bahwa ia akan mengirim pasukan Garda Nasional dan menyelesaikan pekerjaan dengan benar jika Wali Kota Jacob Frey gagal mengendalikan kota.

“Setiap kesulitan kami akan mengambil kendali, tetapi ketika penjarahan dimulai, penembakan itu dimulai,” kata Donald Trump di Twitter dikutip newsurban.id. Postingan itu langsung diblock Twitter sebagai pelanggaran.

Baca: Lab Wuhan Ungkap Miliki Tiga Jenis Virus Corona Hidup, Beda COVID-19 yang Mewabah

Minnesota National Guard melaporkan telah mengerahkan lebih dari 500 tentara untuk membantu pemerintah setempat, terutama departemen pemadam kebakaran di Minneapolis, St. Paul, dan daerah sekitarnya.

Sebelumnya pejabat penegak hukum setempat sudah berusaha untuk meredakan ketegangan rasial yang dipicu oleh kematian George Floyd dengan bersumpah untuk mencapai keadilan. (#)

Leave a Reply