New Normal Life Plus Interpensi BI Bawa Rupiah Tiga Pekan Jadi Raja Asia

Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar menguat selama tiga pekan beruntun. (m.bisnis)

Tiga pekan beruntun rupiah menjadi raja Asia. Penguatan kurs rupiah berkat interpensi Bank Indonesia dan wacana new normal life yang sedang dirancang Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Kurs rupiah menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sepekan, Jumat (29/5/2020).

Rupiah bahkan sudah menembus Rp14.600/USD. Penguatan rupiab kini menuju tiga pekan beruntun.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah melemah 0,31% ke Rp14.720/USD. Itu tak berlangsung lama. Rupiah langsung masuk ke zona hijau.

Baca: BI, OJK, dan Perbankan Sepakat Batasi Jam Operasional Bank

Penguatan rupiah semakin terakselerasi hingga 0,72% ke Rp14.570/USD, sebelum memangkas penguatan dan mengakhiri perdagangan di level Rp14.575/USD, menguat 0,68% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Rupiah saat ini berada di level terkuat sejak 12 Maret lalu.

Dengan penguatan tersebut, rupiah sekali lagi menjadi raja alias mata uang dengan kinerja terbaik di Asia. Status tersebut diraih Rabu lalu sebelum lengser Kamis kemarin.

Dengan penguatan tersebut rupiah akan membukukan penguatan 3 pekan beruntun. Bahkan jika dilihat sejak awal April, rupiah akan mencatat penguatan dalam 7 dari 8 pekan terakhir.

Baca: Katrol Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Gelontorkan Insentif Sektor

Pelemahan di awal perdagangan menunjukkan rupiah rentan terkena aksi ambil untung (profit taking), maklum saja sejak awal April sudah menguat lebih dari 10%.

Rupiah masih dinaungi sentimen positif dari rencana diputarnya lagi roda perekonomian, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutar kembali roda perekonomian dengan mempersiapkan era kehidupan baru (new normal).

Baca: Redam Dampak COVID-19, Pemerintah Tambah 11 Sektor Dapat Insentif Pajak

Berbicara saat meninjau prosedur standar dalam menghadapi new normal di Summarecon Mall Kota Bekasi, Jawa Barat, Jokowi menegaskan kedatangannya ke pusat perbelanjaan tersebut untuk memastikan wilayah tersebut siap menghadapi new normal.

“Saya datang ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan kegiatan kita menuju ke sebuah tatanan baru ke sebuah normal yang baru,” kata Jokowi saat kunjungan tersebut.

Sementara itu dari Eropa, negara seperti Portugal, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, Swedia dan Islandia bahkan sudah mewacanakan untuk membuka kembali industri pariwisatanya.

Baca: Katrol Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Gelontorkan Insentif Sektor

Kemudian dari AS, untuk pertama kalinya para trader kembali menjejakkan kakinya di lantai bursa saham New York pada hari Rabu waktu setempat, setelah tutup sejak 23 Maret lalu.

Momentum penguatan rupiah bertambah setelah mendapat angin segar dari Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam paparan Perkembangan Ekonomi Terkini kemarin mengatakan nilai tukar rupiah saat ini masih undervalue, dan ke depannya akan kembali menguat ke nilai fundamentalnya, kembali ke level sebelum pademi penyakit virus corona (Covid-19) terjadi di kisaran Rp 13.600-13.800/USD.

“Ke depan nilai tukar rupiah akan menguat ke fundamentalnya. Fundamental diukur dari inflasi yang rendah, current account deficit (CAD) yang lebih rendah, itu akan menopang penguatan rupiah. Aliran modal asing yang masuk ke SBN (Surat Berharga Negara) juga memperkuat nilai tukar rupiah” kata Perry, Kamis (28/5/2020).

Baca: Menkeu Sebut Corona 2 Kali Lipat Lebih Kacau dari Krisis 2008

“Kami yakni nilai tukar rupiah masih undervalue, dan berpeluang terus menguat ke arah fundamentalnya” tegas Perry.

Pernyataan Perry tersebut berbeda dengan sebelumnya yang mengatakan rupiah akan berada di kisaran Rp15.000/USD di akhir tahun. Rupiah kini disebut akan menguat ke nilai fundamentalnya, sehingga memberikan dampak psikologis ke pasar jika Mata Uang Garuda masih berpeluang menguat lebih jauh, menuju Rp13.600/USD. ($)

One thought on “New Normal Life Plus Interpensi BI Bawa Rupiah Tiga Pekan Jadi Raja Asia

  1. Pingback: Jelang New Normal, Susi Minta Pemerintah Perbanyak Bantuan Kepada Pelaku Usaha | Newsurban

Leave a Reply