Tahapan Pilkada Mulai 15 Juni, Bawaslu dan KPU Harus Kerja Keras

Ketua Bawaslu Abhan saat mengikuti diskusi daring berjudul Membaca Kelanjutan Pilkada yang diselenggaran Sindikasi Pemilu Demokrasi, Kamis 28 Mei 2020. (Humas Bawaslu RI)

Tahapan dimulai 15 Juni 2020. Pemilihan 9 Desember 2020. Artinya, Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan UmumĀ  harus kerja keras.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Mengacu Perppu Nomor 2 Tahun 2020 berisi pelaksaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan 9 Desember 2020 membuat KPU dan Bawaslu harus ekstra kerja keras.

Tahapan star pada 15 Juni 2020. Rentang waktu yang singkat harus dimaksimalkan penyelenggara Pilkada.

Baca: Pilkada Serentak Disepakati 9 Desember 2020

Ketua Bawaslu Abhan menyebutkan, waktu yang disepakati memang kurang ideal. Bukan tanpa alasan, menurutnya, waktu untuk mempersiapkan hanya terhitung belasan hari, sedangkan persiapan tahapan kian menumpuk untuk dikejar.

Belum lagi dirinya mengingatkan semua harus sejalan dengan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19.

Baca: Koalisi Masyarakat Sipil Desak KPU Tunda Pilkada September 2021

“Saya kira ini harus kerja keras betul karena sudah tidak mungkin anggaran NPHD (naskah perjanjian hibah daerah) di kabupaten/kota dialihkan untuk pengadaan,” tuturnya dalam diskusi daring Membaca Kelanjutan Pilkada yang diselenggaran Sindikasi Pemilu Demokrasi, dikutip dari laman bawaslu.go.id, Minggu 31 Mei 2020.

Tidak hanya anggaran. Abhan bahkan menegaskan sumber daya manusia (SDM) yang dipekerjakan dari KPU dan Bawaslu harus disiapkan dengan benar. Hal ini termasuk soal kelengkapan tugas seperti penggunaan masker, penyanitasi tangan, sarung tangan, dan topi muka.

Baca: Darurat COVID-19, KPU Tunda Tiga Tahapan Pilkada 2020

“Bagi Bawaslu kami perlu disiapkan barang (perlengkapan mencegah covid-19) itu saja kebutuhannya. Silakan pemerintah menyediakan itu,” tegas Abhan.

Senada dengan Abhan, Ketua KPU Arief Budiman pun berpendapat memang waktu yang disepakati sangat ketat. Meski begitu, dirinya optimis pada 9 Desember 2020 bisa terlaksana apabila tidak ada jadwal yang terhambat.

“Tentu dengan kerja keras itu cukup, tetapi kalau ada beberapa hal yang terlambat itu menyulitkan kami,” ungkap Arief.

Baca: Politikus PDI Perjuangan Deddy Sitorus Setuju Pilkada Diundur keĀ  2021

Menurut Arief, apbila tahapan ada yang tertunda waktunya, maka akan menyulitkan tidak hanya KPU namun juga Bawaslu, peserta pemilu bahkan pemerintah. Maka dirinya meminta rembukan secara matang dan cepat agar proses tahapan bisa terlaksana dengan baik.

“Dibutuhkan tidak hanya kebijakan tapi peran aktif seluruh pihak dan stakeholder untuk bisa menjalankan semua proses agar bisa tepat waktu,” tutup Arief. (#)

2 thoughts on “Tahapan Pilkada Mulai 15 Juni, Bawaslu dan KPU Harus Kerja Keras

  1. Pingback: Newsurban

  2. Pingback: Bawaslu Sudah Tangani 752 Dugaan Pelanggaran Pilkada | Newsurban

Leave a Reply