Bertambah Lagi! Kasus Positif COVID-19 di Sulsel Jadi 1.586, Sembuh 627 Orang

Ilustrasi. Cegah penularan COVID-19 dengan memakai masker.

Sulawesi Selatan berada di urutan ketiga penyumbang kasus positif COVID-19 terbanyak di Indonesia. Total kasus positif pada 1 Juni 2020 sebanyak 1.586 bertambah 45 orang.

JAKARTA, NEWSURBAN.ID – Sehari sebelumnya, 31 Mei, kasus positif COVID-19 di Sulsel bertambah 31 menjadi 1.541 (laporan covid19.sulselprov 1.542) dari 1.510.

Penyumbang kasus Corona terbanyak di Sulsel adalah Kota Makassar. Data info coronamakassar per 1 Juni 2020 adalah 912. Sebanyak 439 diantaranya masih dirawat, sembuh 410 orang, 63 orang meninggal dunia.

Kasus COVID-19 Se Sulsel 
(Senin 1/6/20 Pukul 19.44 Wita)
Total Positif 1.586
Dirawat 881
Sembuh 627
Meninggal 78
Diolah dari covid19.sulselprov.go.id
Kasus COVID-19 Kota Makassar
(Senin, 1 Juni 2020)
Total ODP 1408 
Selesai Pemantauan 1258 
Proses Pemantauan 150
Total PDP 836
Dirawat 327
Selesai Pengawasan 417
Meninggal 92
Total Positif 912
Dirawat 439
Sembuh 410
Meninggal 63
Diolah dari infocorona.makassar.go.id

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Senin sore, 1 Juni di Graha BNPB, Jakarta mengatakan, 5 provinsi masih penyumbang kasus Positif COVID-19 terbanyak.

Yuri lalu menyebutkan, kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah DKI Jakarta 7.485 orang, Jawa Timur 4.922, Jawa Barat 2.294, Sulawesi Selatan 1.586, Jawa Tengah 1.417.

Baca: Positif COVID-19 Melonjak di Lima Provinsi, Sulsel Naik 31 Menjadi 1.541

Dari 34 provinsi terjadi kenaikan 467 sehingga total kasus positif COVID-19 menjadi 26.940.

“Terkonfirmasi 467 positif COVID-19, sehingga angkanya menjadi 26.940 orang, kenaikan ini tentunya adalah gambaran keseluruhan dari negara kita,” kata Yuri.

Baca: Kasus Positif COVID-19 Kota Makassar 893, New Normal Life Sulit Diterapkan

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan pasien sembuh 329 menjadi 7.637. Meninggal dunia juga bertambah 28 orang menjadi 1.641.

Yuri mengatakan 7.637 pasien sembuh, berdasar data yang diterima Gugus Tugas dari 34 provinsi, DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.272 disusul Jawa Timur sebanyak 654, Sulawesi Selatan 625 (data covid19sulsel sebanyak 627), Jawa Barat 619, Bali 329 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 7.637 orang.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Ingatkan Pj Wali Kota Makassar Hati-hati Buat Kebijakan Saat Penularan COVID-19 Masih Terjadi

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Dia juga mengatakan, 15 provinsi tidak melaporkan penambahan kasus positif COVID-19. “Hari ini 15 provinsi yang tidak ada laporan positif,” imbuh Yuri.

Baca: Gubernur Nurdin Abdullah Tegaskan Mall Boleh Buka Kalau Ada Kebijakan Pusat

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 482 kasus, Banten 867 kasus, Bangka Belitung 46 kasus, Bengkulu 91 kasus, Yogyakarta 237 kasus.

Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 196 kasus, Kalimantan Timur 297 kasus, Kalimantan Tengah 419 kasus, Kalimantan Selatan 948 kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.

Baca: Inilah Kabupaten/Kota di Indonesia Masuk Zona Hijau Covid-19, Sulsel Hanya Satu

Kemudian di Kepulauan Riau 197 kasus, Nusa Tenggara Barat 652 kasus, Sumatera Selatan 995 kasus, Sumatera Barat 567 kasus, Sulawesi Utara 339 kasus, Sumatera Utara 417 kasus, dan Sulawesi Tenggara 244 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 128 kasus, Lampung 135 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 160 kasus, Maluku 223 kasus, Papua Barat 168 kasus, Papua 725 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, Gorontalo 94 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. (#)